Jamasan Kyai Pamot, Warisan Mangkunegaran yang Dijaga dari Bupati ke Bupati di Karanganyar

Jamasan Keris Pusaka Kiai Pamot
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Prosesi jamasan keris pusaka Kyai Pamot kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar pada Kamis malam, 24 Juli 2025, di taman belakang Rumah Dinas Bupati Karanganyar

img_title Ratusan Motor Berknalpot Bising Ditindak di Karanganyar, Tak Bisa Langsung Diambil

Jamasan atau pembersihan keris ini merupakan tradisi tahunan yang rutin dilakukan setiap bulan Muharam dalam kalender Hijriyah.

Ritual dipimpin oleh KRMT Lilik Priyarso Tirtodiningrat, Pengageng Wadana Satriya dari Pura Mangkunegaran Surakarta, yang hadir bersama rombongan abdi dalem. 

img_title Tinggal Menunggu Pulang Setelah 3 Tahun di Jepang, Pemuda Karanganyar Tewas Tenggelam

Mereka membawa uba rampe berupa kembang setaman, jeruk nipis, minyak cendana, kemenyan, dan air jamasan untuk membersihkan pusaka secara tradisional.

Keris Kyai Pamot dikeluarkan dari lemari penyimpanan khusus di rumah dinas, kemudian diserahkan oleh Sekretaris Daerah Timotius Suryadi kepada Bupati Rober Christanto.

img_title Dana Nasabah BMT Alfadinar Belum Dibayarkan, 350 Orang Datangi Polisi di Karanganyar

Selanjutnya, keris diserahkan Bupati Rober pada Pengageng Wadana Satriya dari Pura Mangkunegaran Surakarta KRMT Lilik untuk menjalani prosesi jamasan. 

Dengan suasana khidmat dan sakral, para abdi dalem membersihkan setiap lekukan keris sambil membacakan doa-doa dan mantra.

Ritual berlangsung sekitar 30 menit dan dihadiri oleh berbagai unsur pejabat, termasuk Wakil Bupati Adhe Eliana, para direktur BUMD, tokoh budaya, serta tamu undangan.

Kyai Pamot bukan keris sembarangan. Ia merupakan pusaka yang diyakini berasal dari KGPAA Mangkunegara VIII, dan telah diserahkan kepada Kabupaten Karanganyar sebagai simbol ikatan sejarah wilayah ini dengan Pura Mangkunegaran. 

Keris ini kini menjadi simbol resmi pemerintahan Karanganyar, dan diwariskan secara turun-temurun dari satu kepala daerah ke kepala daerah berikutnya.

Menurut Bupati Rober, Kyai Pamot memiliki keistimewaan baik secara fisik maupun nilai spiritual. 

Ia bahkan sempat menemukan fakta menarik bahwa jumlah luk (lekukan) pada bilah keris ini bukan sembilan sebagaimana tercatat di beberapa literatur, tetapi sebelas.

“Dari literatur awal, saya membaca Kyai Pamot memiliki 9 luk. Tapi saya penasaran dan memeriksanya sendiri. Setelah dihitung, ternyata ada 11 luk. Ini jadi bukti bahwa pusaka ini memang unik dan istimewa,” ujar Rober dalam sambutan disela Srawung Budaya Kreatif yang digelar bersamaan dengan jamasan, Kamis (24/7/2025). 

KRMT Lilik menjelaskan bahwa jamasan Kyai Pamot merupakan bagian dari tugas spiritual yang diamanatkan oleh Pura Mangkunegaran. Beberapa pusaka, kata dia, memang dititipkan di luar lingkungan Pura sebagai bentuk spiritualisasi wilayah.

Halaman Selanjutnya
img_title