Ring of Lawu 2025 Catat Omzet Miliaran, UMKM Karanganyar Panen Berkah

Ring of Lawu 2025 Catat Omzet Miliaran
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ribuan pelari dari berbagai daerah tumpah ruah di kawasan Gunung Lawu, Karanganyar, akhir pekan ini, dalam event Ring of Lawu 2025

img_title Wedding Expo Perdana Hadir di Karanganyar, Farida dan Wulan Tertawa Lihat Foto Pernikahan Mereka Dipajang Vendor

Kegiatan ini menjadi salah satu puncak keramaian Solo Raya Great Sale (SGS) 2025, yang sekaligus menandai semangat baru kolaborasi antara sport tourism dan ekonomi kreatif lokal.

Sebanyak 2.050 peserta ambil bagian dalam lomba lari ultra marathon berbasis jalan raya (road ultra) yang berlangsung selama dua hari penuh, Sabtu–Minggu, 26–27 Juli 2025. Para peserta tersebar dalam lima kategori lomba: 7K, 15K, 100K individu, 100K estafet dua orang, dan 100K estafet lima orang.

img_title Karanganyar Jadi Lokasi Panen Raya TNI di 43 Daerah, Petani Terima Mesin Panen Modern

Tak hanya dari Indonesia, peserta juga datang dari luar negeri, termasuk pelari asal Jerman. Event ini menjadi magnet besar dalam agenda SGS 2025 yang digelar serentak di tujuh kabupaten/kota Solo Raya.

Lintasan Ring of Lawu dikenal menantang: penuh tanjakan panjang, turunan curam, dan total elevasi lebih dari 3.000 meter. Suhu udara yang ekstrem, khususnya di siang hari, menambah beban fisik pelari.

img_title GW Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang Rp 6,9 Miliar di Karanganyar, Kuasa Hukum Desak Penahanan

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Abdul Aziz Dermawan, pelari asal Tangerang, yang tampil sebagai juara kategori 100K individu. Setelah vakum empat tahun dari lomba jarak jauh, ia mencatat waktu finis tercepat: 10 jam 39 menit.

“Saya sempat muntah di kilometer 60-an karena cuaca sangat panas, tapi bersyukur bisa menyelesaikan lomba ini,” ujar Aziz usai menyentuh garis finis.

Tak hanya menjadi ajang unjuk stamina atlet nasional, Ring of Lawu juga menjadi ruang partisipasi lintas generasi. Peserta termuda berasal dari kelompok PAUD, yang ikut kategori 7K didampingi orang tua.

Sementara peserta tertua adalah Bambang Sutopo, 60 tahun, asal Karanganyar, yang menuntaskan rute 15K dengan semangat membara.

“Inilah semangat inklusif lari. Semua usia bisa terlibat. Event ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga kebersamaan,” ujar Rachmat Septiyanto, Event Director Ring of Lawu 2025.

Sebagai bagian dari puncak SGS 2025, Ring of Lawu memberi dampak ekonomi langsung ke daerah. Diperkirakan perputaran uang mencapai lebih dari Rp 5 miliar, dari sektor penginapan, konsumsi, transportasi, hingga penjualan produk lokal.

Halaman Selanjutnya
img_title