Karanganyar Gelar Job Fair SGS 2023, Ribuan Lowongan Dibuka untuk Tekan Pengangguran
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ribuan pencari kerja memadati Palur Plaza, Karanganyar dalam acara Job Fair yang menjadi bagian dari rangkaian Soloraya Great Sale 2023.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjembatani para pencari kerja dengan puluhan perusahaan yang siap merekrut tenaga kerja.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang hadir membuka secara resmi acara tersebut, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran dan memperluas lapangan kerja.
Ia menyebut job fair ini sebagai wujud nyata tanggung jawab pemerintah untuk mendekatkan masyarakat pada dunia kerja.
"Hari ini kita buktikan bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Salah satu misi besar Karanganyar adalah 'Sesarengan mbangun Karanganyar'. Di dalam RPJMD, kami fokus pada tujuh program unggulan, dan salah satunya adalah memperluas lapangan pekerjaan," ujar Adhe Eliana dalam sambutannya saat pembukaan Jobs Fair, Selasa (29/7/2025)
Adhe menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menyebut, tidak ada sektor yang bisa berjalan sendiri.
Pemerintah harus menyiapkan perizinan dan pelatihan tenaga kerja, perusahaan menyediakan peluang, sementara masyarakat dituntut untuk siap bersaing.
"Job fair ini bukan hanya agenda tahunan, tapi juga bentuk keseriusan pemerintah. Semua pihak harus bergerak bersama. Dinas-dinas terkait, termasuk dinas perdesaan, harus aktif mensosialisasikan ke warga. Jangan sampai ada yang tertinggal informasi," ujarnya.
Dalam jangka panjang, Karanganyar dibangun di atas fondasi Intanpari—industri, pertanian, dan pariwisata.
Ketiga sektor ini menjadi tumpuan utama untuk menarik investasi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Karanganyar sudah punya arah jelas. Kami punya target besar menjadi The Live Center of Nusantara, pusat peradaban Indonesia ke depan. Maka semua potensi harus digarap serius, termasuk ketahanan pangan, industri kreatif, hingga pengembangan pariwisata," tambahnya.
Adhe juga mengungkap bahwa dalam rangkaian Soloraya G20 sebelumnya, Karanganyar mencatat perputaran uang lebih dari Rp3 triliun hanya dalam waktu sebulan. Ini menunjukkan bahwa daerah ini semakin menarik bagi investor dan pelaku usaha.
"Kita tidak boleh berhenti. Pemerintah akan terus mendorong investasi masuk, sementara BLK (Balai Latihan Kerja) akan menyiapkan SDM yang siap pakai. Target kita: satu pun warga Karanganyar yang butuh kerja harus dapat kita fasilitasi," tegasnya.