BPBD Karanganyar Perketat Pengawasan Karhutla di Gunung Lawu, Pendaki Diimbau Waspada

karhutla Ancam Gunung Lawu
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui kawasan lereng Gunung Lawu seiring datangnya musim kemarau.

img_title Jadi Guru Besar, Katno Hadi Dorong Ekonomi Soloraya Lewat Wisata Terintegrasi dan Siapkan Peternakan Sapi

Mengantisipasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar bersama Perhutani dan Polisi Hutan bergerak cepat dengan memperkuat peran relawan lingkungan, khususnya Masyarakat Peduli Api (MPA), untuk memberikan edukasi langsung ke lapangan.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan bahwa edukasi dan keterlibatan masyarakat adalah ujung tombak dalam menjaga kawasan hutan dari potensi kebakaran yang kerap terjadi pada musim kering. 

img_title FMPK Desak DPUPR Karanganyar Evaluasi Proyek Jalan Rp48 Miliar, Soroti Ruas Bendungan–Jengrik

Menurutnya, MPA bukan hanya menjadi relawan, tapi agen perubahan di tengah masyarakat yang bisa menyuarakan pentingnya perlindungan hutan.

Relawan MPA menjadi kepanjangan tangan kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pendaki agar lebih sadar akan risiko karhutla. Mereka menyosialisasikan cara-cara aman beraktivitas di hutan,” ujar Hendro, Rabu (30/7/2025).

img_title Polisi Amankan Uang Tunai, Sertifikat Tanah dan Dokumen Nasabah dalam Penggeledahan BMT Alfa Dinar

Ia menekankan pentingnya tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan api padam sempurna setelah digunakan, terutama oleh para pendaki yang melintasi jalur Lawu.

Peringatan ini bukan tanpa alasan—lereng Gunung Lawu beberapa kali mengalami kebakaran dalam beberapa tahun terakhir.

Hendro menambahkan, dalam kegiatan sosialisasi, MPA juga diminta mengingatkan para pendaki agar tidak hanya menikmati alam, tapi juga menjaga kebersihannya.

Edukasi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk mencegah karhutla yang bisa mengganggu ekosistem hingga berdampak pada warga sekitar.

“Kalau bukan kita yang menjaga hutan, siapa lagi? Apalagi lereng Gunung Lawu menyimpan banyak potensi alam yang harus dilindungi bersama,” tambahnya.

Meski masuk dalam periode kemarau, Hendro menegaskan bahwa saat ini Karanganyar masih tergolong aman dari krisis air bersih.

Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah ini sedang mengalami fase kemarau basah, yakni musim kemarau dengan intensitas hujan ringan sesekali.

Meski demikian, BPBD tetap bersiaga dan rutin memantau situasi terkini. “Sampai sekarang belum ada laporan kekeringan ekstrem. Tapi kami tidak lengah. Semua tim diminta siaga jika sewaktu-waktu kondisi berubah,” katanya.

Langkah antisipatif dan kolaboratif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana selama kemarau dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan kawasan rawan karhutla secara partisipatif.