Kabupaten Karanganyar Tembus Rp3,74 Triliun, Pimpin Perolehan Transaksi Soloraya Great Sale 2025

Wabup AdheTerima penghargaan atas capaian Karanganyar di SGS 2025
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kabupaten Karanganyar mencatat prestasi luar biasa dalam gelaran Soloraya Great Sale (SGS) 2025 dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,74 triliun, atau setara 124,72 persen dari target awal sebesar Rp3 triliun. 

img_title Ratusan Motor Berknalpot Bising Ditindak di Karanganyar, Tak Bisa Langsung Diambil

Pencapaian ini menjadikan Karanganyar sebagai daerah dengan kontribusi ekonomi terbesar di antara seluruh kabupaten/kota peserta SGS 2025.

Program promosi belanja akbar se-wilayah Soloraya ini berlangsung selama lebih dari sebulan, dimulai pada 29 Juni dan resmi ditutup pada 3 Agustus 2025. 

img_title Tinggal Menunggu Pulang Setelah 3 Tahun di Jepang, Pemuda Karanganyar Tewas Tenggelam

Acara penutupan digelar di De Tjolomadu, Karanganyar, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto Soediro, Ketua Panitia Soloraya Great Sale 2025, Ferry Septha Indrianto serta para bupati dan wali kota se-Soloraya.

Panita SGS Karanganyar berfoto bersama usai terima penghargaan

Photo :
  • VIVA Jogja

img_title Dana Nasabah BMT Alfadinar Belum Dibayarkan, 350 Orang Datangi Polisi di Karanganyar

Menurut Ketua Panitia SGS Karanganyar, Fermy Ferdianto, kontribusi terbesar berasal dari sektor pariwisata, perhotelan, restoran, perbankan, dan industri lokal. 

Lonjakan kunjungan wisata selama program berlangsung memberi dampak signifikan terhadap perputaran uang di sektor jasa dan ritel.

“Partisipasi dari berbagai lapisan usaha, mulai dari UMKM hingga pelaku industri besar, membuat ekonomi Karanganyar benar-benar menggeliat selama SGS berlangsung,” ujar Fermy, di sela penutupan Soloraya Great Sale, Minggu (3/8/2025). 

Secara keseluruhan, total frekuensi transaksi yang tercatat di Karanganyar mencapai 1.004.327 kali, dengan lebih dari 2.159 tenant terlibat, termasuk 1.400 pedagang pasar tradisional. Hal ini menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Atas pencapaian tersebut, Pemkab Karanganyar menerima piagam penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Tengah. Piagam diserahkan kepada Wakil Bupati Adhe Eliana sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Karanganyar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konsumsi dan perdagangan.

“Keberhasilan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga hasil dari sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi dalam pidatonya.

Koordinator Bidang Perdagangan SGS Karanganyar, Anton Sugiarto, menyatakan bahwa keberhasilan tersebut juga ditopang oleh strategi promosi digital yang intensif dan kolaborasi lintas sektor. Dukungan dari perbankan, asosiasi dagang, hingga komunitas kreatif turut memperluas jangkauan program ini.

Halaman Selanjutnya
img_title