Karanganyar Siaga Karhutla di Tengah Kemarau Basah, Lereng Gunung Lawu Jadi Fokus Pengawasan

Karanganyar Siaga Karhutla
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARAMGANYAR, VIVA Jogja - Meski hujan mulai turun di beberapa wilayah, Kabupaten Karanganyar belum lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

img_title Kuasa Hukum Ungkap Jejak Dana BMT Dinar Mulia ke Bisnis Emas, Kerugian 112 Korban Rp13 Miliar

Fenomena kemarau basah—kemarau dengan curah hujan ringan—membuat rumput dan dedaunan kering tetap mudah terbakar, terutama di kawasan rawan seperti lereng Gunung Lawu.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan pentingnya kewaspadaan warga, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan

img_title Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 3 Warga Ngringo Karanganyar Belum Diketahui Keberadaannya

Larangan pembukaan lahan dengan cara membakar kembali disuarakan, seiring dengan dorongan untuk menjaga ekosistem yang menjadi penyangga kehidupan.

“Kalau lingkungan kita jaga bersama, bukan hanya bencana yang bisa dicegah, tetapi juga kelestarian flora dan fauna tetap terpelihara. Ini investasi untuk masa depan,” kata Bupati Karanganyar, Senin (11/8/2025). 

img_title QRIS Karanganyar Meledak Rp1,29 Triliun, Pajak dan Retribusi Mulai Didorong Masuk Sistem Digital

Sebagai bentuk kesiapan, apel siaga bencana digelar dengan melibatkan BPBD, Satpol PP, Polres, TNI, Basarnas, serta ratusan relawan dari tingkat kecamatan hingga desa. 

Kegiatan yang dipusatkan di alun-alun ini menjadi ajang pengecekan kesiapan personel sekaligus kelengkapan peralatan.

Deretan kendaraan pemadam, tenda darurat, perlengkapan evakuasi, hingga alat komunikasi darurat ditunjukkan dalam apel tersebut.

“Kesiapsiagaan itu bukan hanya alat yang lengkap, tetapi juga kesiapan orang-orang yang mengoperasikannya. Semua harus tahu perannya ketika situasi darurat datang,” ujar Bupati.

Pemerintah juga aktif menjalankan program edukasi mitigasi bencana. Materi disampaikan langsung ke sekolah-sekolah, kelompok masyarakat, dan komunitas desa.

Pelajar dibekali pengetahuan tentang cara evakuasi, penggunaan jalur aman, serta teknik memberi pertolongan pertama.

“Kami ingin warga menjadi agen informasi di lingkungannya. Kalau ada tanda bahaya, mereka tahu harus bertindak dan bisa mengarahkan orang lain,” tambahnya.

Lereng Gunung Lawu menjadi titik rawan ganda. Saat musim hujan, wilayah ini berisiko longsor akibat kontur tanah yang curam.

Sementara pada musim kemarau, vegetasi kering membuat risiko kebakaran meningkat. Relawan yang tersebar di setiap desa menjadi garda terdepan untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat.

Semangat Sesarengan Bangun Karanganyar atau membangun bersama terus digaungkan. “Gotong royong adalah kekuatan terbesar kita. Menjaga hutan, melestarikan air, dan melindungi warga harus dilakukan bersama-sama,” kata Bupati.

Halaman Selanjutnya
img_title