Riwayat Politik Bupati Pati Sudewo, Kalah di Karanganyar, Dimakzulkan di Pati
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Nama Sudewo kembali mencuat di panggung politik Jawa Tengah, kali ini bukan karena kemenangan, melainkan karena polemik.
Politikus Partai Gerindra yang kini menjabat Bupati Pati itu pernah mencicipi kerasnya persaingan Pilkada Karanganyar, namun harus mengakui keunggulan lawan.
Pada kontestasi di Karanganyar, Sudewo maju bersama Juliyatmono menghadapi duet Rina Iriani–KRMTH Sri Sadoyo serta pasangan Gunadi–Drajat.
Pertarungan sengit itu berakhir dengan kemenangan Rina Iriani dan Sri Sadoyo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar.
Meski kalah di Karanganyar, langkah politik Sudewo tak surut. Ia justru terus membangun jaringan hingga mendapat dukungan tokoh nasional, termasuk mantan Presiden Joko Widodo yang secara langsung menyambangi kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, pada 6 November 2025. Dukungan ini menjadi modal penting saat ia maju di Pilkada Pati 2024.
Baru beberapa bulan menjabat Bupati Pati periode 2025–2030, Sudewo menuai sorotan tajam. Kebijakannya menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250% memicu gelombang penolakan.
Kenaikan ini dinilai memberatkan warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Alasan percepatan pembangunan yang ia sampaikan—mulai dari renovasi RSUD RAA Soewondo hingga perbaikan infrastruktur—tak mampu meredam kritik. Media sosial pun ramai, bahkan terjadi aksi protes di lapangan.
Tekanan publik akhirnya memaksa Sudewo mencabut kebijakan tersebut dan mengembalikan tarif pajak seperti tahun 2024. Ia juga berjanji mengembalikan kelebihan pembayaran bagi warga yang sudah terlanjur membayar dengan tarif baru.
Sudewo lahir di Pati, 11 Oktober 1968. Ia menempuh pendidikan di SMAN 1 Pati, kemudian meraih gelar sarjana teknik sipil dari Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1991 dan melanjutkan studi magister teknik pembangunan di Universitas Diponegoro (UNDIP), lulus pada 1993.
Kariernya dimulai di sektor konstruksi bersama PT Jaya Construction, lalu beralih ke pemerintahan sebagai tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Bali. Berkat kiprahnya di berbagai proyek jalan dan jembatan, ia diangkat menjadi CPNS pada 1996. Penugasan membawanya ke Jawa Timur dan kemudian ke Dinas PU Kabupaten Karanganyar.
Pada 2002, ia mencoba peruntungan di Pilkada Karanganyar, namun belum berhasil. Meski demikian, karier politiknya terus menanjak.