Raup Pendapatan Miliaran, Jalan Desa Wisata Berjo Karanganyar Tetap Rusak Parah
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ironi menyelimuti Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Desa wisata yang dijuluki “desa miliarder” ini mampu menghasilkan pendapatan miliaran rupiah setiap tahun dari sektor pariwisata.
Namun di balik kesuksesan tersebut, warga dan wisatawan masih harus berhadapan dengan jalan utama menuju desa yang rusak parah.
Setiap akhir pekan, ribuan wisatawan berbondong-bondong menuju dua destinasi andalan, yakni Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda.
Hanya untuk Air Terjun Jumog saja, jumlah kunjungan bisa mencapai 5.000 hingga 8.000 orang per pekan.
Jalan yang rusak berlubang dan bergelombang menjadi “harga mahal” yang harus dibayar wisatawan untuk menikmati keindahan alam di Desa Berjo.
Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, mengungkapkan pihaknya sudah sejak 2024 mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah.
Bahkan belum lama ini,pihaknya juga telah kembali mengajukan permohonan perbaikan jalan. Namun hingga kini, usulan itu belum mendapat tindak lanjut.
“Padahal wisatawan yang datang ribuan setiap pekan. Kalau jalan tidak segera diperbaiki, ini bisa mengganggu kenyamanan pengunjung dan menurunkan jumlah kunjungan ke desa kami,” ujarnya.
Direktur Utama BUMDes Berjo, Larno, menyebut bisnis wisata di desanya terus tumbuh dengan angka yang signifikan.
Pada tahun lalu, pendapatan yang dikelola BUMDes mencapai Rp5,6 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp3 miliar atau sekitar 60 persen langsung disetorkan ke kas desa. Tak hanya itu, kontribusi ke kas daerah juga tercatat mencapai Rp65,67 miliar.
“Angka ini jelas menunjukkan betapa besar potensi Desa Berjo dalam menopang perekonomian daerah. Tapi ironisnya, akses jalan sebagai pintu utama menuju wisata masih rusak parah,” tegas Larno.
Menurutnya, jalan yang layak akan membuat multiplier effect pariwisata semakin besar. UMKM lokal akan lebih berkembang, kunjungan wisata bisa meningkat, dan pemasukan desa maupun daerah juga ikut terdongkrak.
“Kalau akses jalan dibenahi, potensi desa wisata ini bisa berlipat. Manfaatnya dirasakan bukan hanya oleh warga Desa Berjo, tapi juga Karanganyar secara keseluruhan,” tambahnya.
Masyarakat kini berharap agar pemerintah daerah maupun provinsi segera memberi perhatian.