Rahasia Desa Berjo Kelola Sampah Hingga Dongkrak Pendapatan Miliaran
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sampah kerap dianggap sebagai sisi gelap pariwisata. Namun, Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, membalik stigma itu.
Melalui langkah inovatif, desa ini berhasil mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang mendukung lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Setiap akhir pekan, ribuan wisatawan memadati Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda, dua ikon wisata alam yang jadi primadona.
Bersamaan dengan itu, sampah plastik, sisa makanan, dan limbah rumah makan sempat menjadi ancaman serius. Volume sampah bahkan mencapai 3 ton per minggu.
Kini, situasi berubah total. Berkat inisiatif BUMDes Madirda Abadi, Desa Berjo mendirikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ramah lingkungan di lahan desa.
Sistemnya sederhana tapi efektif: sampah organik diolah jadi kompos, sementara sampah nonorganik dipilah dan dimusnahkan dengan metode terkendali.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya untuk warga, tapi juga untuk wisatawan. Kalau alam rusak, pariwisata pun ikut mati,” tegas Sularno, Direktur Utama BUMDes Madirda Abadi, pada VIVA Jogja, Minggu (17/8/2025).
Hasilnya nyata: udara di sekitar objek wisata lebih segar, sungai dan kawasan hutan terjaga, serta warga tak lagi direpotkan dengan bau sampah.
Tak hanya itu, keberhasilan ini juga berdampak pada perekonomian desa. Selama enam bulan terakhir, pendapatan wisata mencapai Rp5,6 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp3 miliar masuk ke kas Desa Berjo, serta Rp65,67 juta disetor ke Pemkab Karanganyar sebagai retribusi tiket.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, bahkan menyebut Desa Berjo sebagai model pengelolaan sampah desa yang bisa ditiru daerah lain.
Dengan langkah berani ini, Desa Berjo bukan hanya menjaga reputasi wisata alamnya, tetapi juga menegaskan diri sebagai pelopor desa wisata berkelanjutan di Jawa Tengah.
Kini, setiap pengunjung yang datang tak hanya menikmati keindahan alam, tapi juga bisa merasakan bagaimana sebuah desa kecil mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi, wisata, dan kelestarian lingkungan.