Karanganyar Night Carnival 2025: Peduli Lingkungan, Panitia Lalai Sediakan Kantong Sampah

Petugas DKP tengah membersihkan sampah usai Karnaval
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ribuan warga memadati jalan utama Kota Karanganyar untuk menyaksikan Karanganyar Night Carnival 2025. Parade kuda, kereta kencana, musik, dan kostum warna-warni memukau pengunjung dari berbagai usia. 

img_title Jumog River Tubing Adventure, Cara Seru Menikmati Sungai di Lereng Lawu Cuma Rp25 Ribu

Namun di balik kemeriahan, ada ironi besar dimana tema karnaval “Peduli Sampah, Jaga Bumi” nyaris tak terlihat karena panitia tidak menyediakan kantong plastik atau tempat sampah di sepanjang rute.

Acara yang dibuka oleh Bupati Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana ini menghadirkan suasana meriah sejak awal. Lampu hias, atraksi tarian, dan musik menghidupkan setiap sudut kota. 

img_title Tren Wellness Tourism Masuk Tawangmangu, Anaya Azana Tambah Kapasitas Villa hingga 44 Unit

Anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias mengabadikan momen dengan kamera dan ponsel. Banyak warga bahkan rela menunggu hingga parade terakhir untuk menyaksikan paduan cahaya lampu kostum peserta dan kereta kencana yang megah.

Sayangnya, begitu parade berakhir, jalanan dipenuhi botol plastik, kemasan makanan, dan minuman sisa penonton. 

img_title Suara Lawu Jadi Panggung Baru Musisi Karanganyar, BPPD Bidik Wisata Malam dan UMKM

Tanpa adanya kantong sampah atau fasilitas kebersihan yang memadai dari panitia, banyak pengunjung terpaksa membuang sampah sembarangan. Hal ini menjadi sorotan serius karena bertentangan dengan tema lingkungan yang diusung karnaval tahun ini.

“Acara meriah, tapi sayang panitia tidak menyiapkan tempat sampah. Padahal temanya peduli sampah,” kata Siti, warga Jongke, Karanganyar, sambil menunjuk tumpukan sampah yang berserakan di trotoar. 

Samsul, pengunjung lain, menambahkan, “Kostum dan musiknya luar biasa, tapi kenyamanan terganggu karena sampah berserakan. Panitia harus lebih bertanggung jawab menyiapkan fasilitas kebersihan.”

Rina, pengunjjng dari Solo, juga mengungkapkan kekecewaannya. “Senang bisa hadir, tapi agak prihatin melihat kondisi kebersihan. Tahun depan semoga panitia menyiapkan kantong sampah di sepanjang rute, sehingga tema Peduli Sampah benar-benar terasa,” ujarnya.

Meskipun masalah kebersihan menjadi catatan penting, warga tetap menikmati kemeriahan malam itu. Banyak pedagang kaki lima memanfaatkan momen ini untuk berjualan, menambah semarak suasana. 

Parade terakhir, dengan lampu kostum dan kereta kencana berpadu indah, menjadi penutup yang mengesankan.

Karanganyar Night Carnival 2025 menegaskan posisi Karanganyar sebagai pusat budaya dan hiburan yang rutin dinanti setiap tahun. Namun, ironi tema lingkungan menjadi pelajaran penting. 

Halaman Selanjutnya
img_title