PUDAM Tirta Lawu Investasi Penggantian Meter Air, Tekanan Distribusi Naik hingga 1,2 Bar

Plt Dirut PUDAM Tirta Lawu Suparno
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - PUDAM Tirta Lawu Karanganyar mulai fokus pada efisiensi distribusi air bersih melalui program penggantian meter air pelanggan. 

img_title Tinggal Menunggu Pulang Setelah 3 Tahun di Jepang, Pemuda Karanganyar Tewas Tenggelam

Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga kinerja keuangan perusahaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu, Suparno, mengungkapkan bahwa penggantian meter air terbukti memberikan dampak nyata pada tekanan distribusi. 

img_title Dana Nasabah BMT Alfadinar Belum Dibayarkan, 350 Orang Datangi Polisi di Karanganyar

Hasil pengukuran menunjukkan kenaikan rata-rata hingga 1 bar, bahkan di sejumlah titik mencapai 1,2 bar.

“Standar minimal distribusi adalah 0,7 bar. Dengan meter baru, tekanan sudah meningkat signifikan sehingga layanan kepada pelanggan lebih terjamin,” jelas Suparno, Rabu (27/8/2025).

img_title Bawaslu Karanganyar Tembus Dua Besar Nasional, 31 Kampung Pengawasan Ditargetkan Berlipat Ganda

Saat ini, penggantian meter air dilakukan di 12 titik prioritas dari total 23 lokasi yang membutuhkan perbaikan. 

Dalam satu bulan, perusahaan menargetkan 500 unit meter diganti, dan mulai September akan ditingkatkan menjadi 300 unit tambahan per bulan.

Menurut Suparno, strategi bertahap dipilih agar arus kas perusahaan tetap terjaga. Ia menilai program ini lebih efisien dibanding pengembangan jaringan baru yang membutuhkan biaya lebih besar.

"Penggantian meter jauh lebih efektif daripada hanya menambah pipa. Apalagi, usia meter idealnya hanya lima tahun. Setelah itu akurasinya menurun, sehingga bisa menimbulkan kerugian bagi pelanggan maupun perusahaan,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas aliran, program ini diprediksi berdampak pada kinerja bisnis PUDAM Tirta Lawu. Data awal menunjukkan distribusi lebih stabil, dan evaluasi resmi akan diumumkan pada September mendatang.

Manajemen berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus menekan potensi kehilangan pendapatan akibat pencatatan pemakaian yang tidak akurat.