UMUKA dan Pemdes Ngadiluwih Tebar 5.000 Bibit Ikan Nila di Embung Linuwih Karanganyar

UMUKA dan Pemdes Ngadiluwih Tebar 5.000 Bibit
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Embung Linuwih, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Karanganyar, kini resmi dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan desa. Kamis (28/8/2025), sebanyak 5.000 bibit ikan nila hitam ditebar melalui kolaborasi Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar, serta Pemerintah Desa Ngadiluwih.

img_title Sudaryono Jadi Kepala BGN, Ketua Tani Merdeka Jateng Berharap Bawa Kemajuan bagi Gizi Nasional

Acara berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dengan dihadiri para pemangku kepentingan, mulai dari perangkat desa, perwakilan dinas, dosen pembimbing lapangan, hingga mahasiswa KKN.

Kepala Desa Ngadiluwih, Rokhmat, menyampaikan rasa syukur karena embung yang dibangun 14 tahun lalu kini semakin bermanfaat bagi masyarakat.

img_title Politisi Demokrat Leo Edi Kusumo Tutup Usia, Bupati Rober dan Wabup Adhe Melayat, Ketua Golkar Sampaikan Belasungkawa

“Embung ini dulunya hanya berfungsi sebagai penampung air. Baru tahun 2023 kami mulai optimalkan untuk berbagai kebutuhan. Selain irigasi, embung juga sangat penting sebagai sumber air saat kemarau. Harapan kami, tempat ini terus berkembang, tidak hanya sebagai lokasi budidaya ikan, tapi juga sebagai wisata desa. Antusiasme warga sudah terlihat ketika kami mengadakan kegiatan mancing bersama beberapa waktu lalu,” ujar Rokhmat dalam rilis yang diterima VIVA Jogja, Jumat (29/8/2025). 

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar, Wihartomo, menegaskan pentingnya pendampingan agar penebaran bibit ikan dapat memberikan hasil nyata.

img_title Pohon Tumbang Timpa Dua Motor di Karanganyar, Tiga Orang Terluka, Salah Satunya Dikabarkan Ojol

“Kami apresiasi UMUKA dan mahasiswa KKN yang mendampingi masyarakat. Prinsipnya, KKN bukan sekadar mengajari, melainkan menemani warga agar bisa mandiri. Penebaran bibit nila ini baru langkah awal. Desa punya potensi besar, apalagi ada alokasi hingga 20% dana desa atau sekitar Rp200 juta yang bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan. Jadi, harapan kami, kegiatan ini berlanjut dengan inovasi baru dari masyarakat maupun mahasiswa,” tegas Wihartomo.

Dosen pembimbing lapangan UMUKA, Puji Astuti, menuturkan bahwa mahasiswa yang diterjunkan berasal dari berbagai program studi, mulai dari Ilmu Komunikasi, Informatika, Fisioterapi, Teknologi Komputer, Bisnis Digital, hingga Akuntansi.

“Walau hanya sebulan di Desa Ngadiluwih, mereka sudah berusaha memberikan kontribusi nyata. Semoga kegiatan ini bukan yang terakhir, tetapi berlanjut demi kesejahteraan masyarakat,” ucap Puji.

Sementara itu, dosen pembimbing lain, Muhammad Yusuf Ariyadi, menambahkan bahwa program KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi bentuk nyata kehadiran kampus di tengah masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title