Karanganyar Pilih Hening, HUT ke-80 RI Diperingati dengan Doa Bersama di Rumah Dinas Bupati
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Karanganyar pilih hening. Alih-alih menyalakan kembang api dan menggelar panggung hiburan, puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang sediannya digelar di kabupaten ini berlangsung sederhana lewat doa bersama di Rumah Dinas Bupati, Sabtu (30/8/2025) malam.
Ratusan warga hadir, mulai dari tokoh agama, komunitas ojek online, hingga jajaran Forkopimda. Mereka duduk bersila, menundukkan kepala, dan melantunkan doa. Lilin-lilin kecil yang berkelip menjadi saksi suasana khusyuk menggantikan hiruk-pikuk pesta rakyat.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menjelaskan bahwa keputusan membatalkan resepsi di Jalan Mas Mansur diambil sehari sebelumnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk empati terhadap kabar duka yang menyelimuti daerah ini.
“Perayaan bisa kita tunda, tetapi doa dan penghormatan untuk almarhum tidak boleh hilang,” kata Rober, Sabtu (30/8/2025).
Bupati Rober duduk bersama Ojol
- VIVA Jogja
Acara berlanjut dengan prosesi tabur bunga di depan foto almarhum Affan Kurniawan. Dalam suasana hening, lilin-lilin menyala temaram sementara isak tangis terdengar dari sejumlah warga yang ikut mendoakan.
Wakil Bupati Adhe Eliana, jajaran Forkopimda, hingga keluarga besar almarhum turut serta dalam prosesi tersebut. Semua larut dalam suasana duka sekaligus kebersamaan.
Ahmad (34), seorang pengemudi ojek online, mengaku tersentuh dengan peringatan yang berbeda tahun ini.
“Biasanya hanya melihat pesta rakyat dari kejauhan. Malam ini kami duduk bersama pejabat tanpa sekat, berdoa bersama. Rasanya seperti satu keluarga,” ujarnya.
Meski tanpa pesta rakyat dan kembang api, momen ini meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Karanganyar.
Bupati Rober menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan perayaan, tetapi juga dengan merawat persatuan dan solidaritas di tengah cobaan.
“Karanganyar harus tetap tenteram. Kita bisa berbeda, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Duka ini justru menguatkan kita,” ucapnya.
Malam itu, peringatan HUT ke-80 RI di Karanganyar diakhiri dengan lilin yang dibiarkan padam perlahan. Warga pulang dengan mata sembab, namun membawa semangat baru: menjaga persatuan dan kedamaian sebagai wujud nyata cinta tanah air.