Api Lalap Dapur Rumah Warga Karanganyar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

Api Lalap Dapur Rumah Warga Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kepanikan melanda warga Dusun Karanganyar, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, pada Rabu (3/9/2025) pagi. Sekitar pukul 08.30 WIB, api tiba-tiba membesar dan melahap dapur rumah milik Sarmi (65).

img_title Tekan Kebocoran PAD, DPRD Karanganyar Dorong Seluruh Pembayaran Pajak dan Retribusi Beralih ke Sistem Digital

Asap hitam pekat membubung tinggi ke udara, membuat warga berhamburan keluar rumah. Beberapa orang berusaha membantu dengan peralatan seadanya, namun kobaran api semakin sulit dikendalikan.

“Awalnya cuma kelihatan asap tipis, tidak lama langsung jadi api besar dan membakar atap dapur,” kata salah seorang warga yang menyaksikan kejadian itu.

img_title Festival Perumahan Karanganyar Dibuka, 42 Pengembang Tawarkan Rumah Subsidi Mulai Rp166 Juta

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari kompor yang ditinggalkan menyala saat korban sedang membersihkan rumah. Dalam hitungan menit, api merambat ke atap dapur yang terbuat dari kayu dan bambu.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, membenarkan peristiwa tersebut.

img_title 42 Pengembang Hadir di Festival Perumahan Karanganyar, Warga Punya Banyak Pilihan Rumah

“Bagian dapur berukuran 3x6 meter hangus terbakar. Peralatan dapur dan sebuah mesin cuci dua tabung juga ikut hangus,” terangnya.

Tim BPBD Karanganyar bersama relawan segera datang ke lokasi setelah menerima laporan. Mereka langsung melakukan pendataan dan memberikan bantuan logistik darurat kepada korban.

“Syukurlah api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan utama. Yang terpenting tidak ada korban jiwa,” ujar Hendro.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp25 juta. Jumlah itu meliputi kerusakan dapur, atap, peralatan rumah tangga, hingga mesin cuci yang tidak dapat diselamatkan.

Pasca insiden ini, BPBD Karanganyar kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api.

“Jangan pernah meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan. Kebakaran seperti ini bisa dicegah dengan langkah sederhana,” tegas Hendro.

Musibah kebakaran rumah di Karanganyar ini menjadi pengingat bahwa musibah bisa datang kapan saja. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kini, dapur rumah Sarmi hanya menyisakan puing-puing hangus, menjadi saksi bisu betapa cepatnya api bisa mengubah suasana tenang menjadi kepanikan.