Kematian Misterius Pensiunan Guru di Berjo Karanganyar, Polisi Periksa 11 Saksi
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kasus kematian seorang pensiunan guru warga Dusun Pabongan, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, menyita perhatian publik.
Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mencurigakan. Hingga kini, penyidik Polres Karanganyar sudah memeriksa 11 saksi untuk mencari titik terang.
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil autopsi tim medis sebelum bisa memastikan penyebab kematian.
“Ada tanda lebam di tubuh korban, tetapi apakah itu akibat kekerasan atau faktor lain, kami belum bisa simpulkan. Semua masih menunggu hasil forensik,” ujar Kasatreskrim AKP Wikan Sri Kadiyono, saat coffee morning bareng wartawan, Rabu (10/9/2025).
Dalam penyelidikan awal, ungkap Wikan, polisi sudah meminta keterangan dari 11 saksi, termasuk keluarga dan warga sekitar. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban terakhir kali terlihat masih beraktivitas pada Kamis sore.
“Sejak Jumat pagi, tidak ada lagi saksi yang melihat korban. Baru siang hari korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” kata AKP Wikan.
Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya barang milik korban yang hilang. Dari keterangan keluarga, dompet berisi identitas korban belum ditemukan hingga kini.
Selain itu, sempat muncul kabar mengenai sejumlah uang sumbangan yang diduga belum sempat disimpan ke bank.
“Kami masih memastikan hal tersebut. Untuk barang-barang lain seperti mobil, motor, maupun barang berharga lain, semuanya masih ada. Yang belum jelas hanya dompet dan uang itu,” jelas Kasatreskrim.
Korban ditemukan dalam posisi telungkup di dalam rumah. Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan luka tusuk atau sayatan. Namun, ada lebam pada beberapa bagian tubuh dan luka ringan di tangan korban.
“Apakah itu akibat cekikan, benturan benda tumpul, atau karena penyakit, masih belum bisa dipastikan. Hasil autopsi yang akan menentukan,” tegasnya.
Selain itu, isu adanya motif asmara juga sempat mencuat. Namun, sejauh ini penyidik belum menemukan bukti atau keterangan saksi yang menguatkan dugaan tersebut.
“Belum ada yang menyebut korban punya hubungan khusus dengan seseorang,” tambah Wikan.
Kronologi kejadian pada Kamis pagi sampai sore, korban sempat beraktivitas dan bertemu dengan beberapa warga.