Awasi 77 Titik MBG, Dandim Karanganyar Pastikan Siswa Aman dari Masalah Gizi
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan di Kabupaten Karanganyar. Untuk memastikan pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah, Komando Distrik Militer (Kodim) 0727 Karanganyar ikut turun langsung melakukan pengawasan di lapangan.
Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan, menegaskan pihaknya akan selalu mendukung program pemerintah tersebut.
Walaupun Kodim tidak termasuk dalam struktur resmi organisasi MBG, TNI tetap berperan aktif mengawal agar masyarakat penerima manfaat benar-benar merasakan hasilnya.
“Kodim akan terus membantu, mulai dari pemantauan lokasi, distribusi penerima, sampai memastikan tidak ada kendala di lapangan. Prinsipnya, kami ingin program ini tepat sasaran,” ujar Dhanang, Rabu (17/9/2025).
Ia menjelaskan, sistem berbasis aplikasi yang digunakan MBG terkadang menimbulkan persoalan. Salah satunya terkait penempatan dapur dan jumlah penerima di satu wilayah.
Menurutnya, ada beberapa kasus di mana jumlah penerima dalam satu kecamatan sebenarnya sudah cukup dilayani oleh dua dapur, tetapi karena masuk lewat aplikasi, justru muncul tambahan dapur di lokasi yang sama.
“Kalau modelnya seperti ini, pembagian jadi tidak efektif. Harusnya koordinasi dilakukan seperti program TMMD. Jadi lebih jelas alurnya, mulai dari pengajuan di tingkat kecamatan sampai penentuan wilayah oleh Kodim,” terangnya.
Dhanang menambahkan, Kodim 0727 Karanganyar telah memantau langsung sejumlah dapur MBG. Ia menyebutkan baru-baru ini dirinya meninjau dapur di Kecamatan Jaten dan Tawangmangu. Dari hasil pemantauan, pelaksanaan masih berjalan baik tanpa ada laporan serius.
“Alhamdulillah sampai sekarang Karanganyar aman, tidak ada kasus keracunan maupun keluhan dari siswa penerima MBG. Ini yang perlu terus kita jaga,” kata Dhanang.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi rutin agar pelaksanaan program lebih terarah. Salah satunya melalui peran Satuan Pendidikan Pelaksana MBG (SPP-MBG) yang menjadi penghubung antara sekolah, penyedia, dan pengawas. “Kami ingin memastikan siswa dan masyarakat yang berhak benar-benar menerima sesuai ketentuan,” tegasnya.
Selain itu, Dhanang juga meminta dukungan semua pihak, termasuk media massa, dalam mengawal jalannya program. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen akan memperkuat pengawasan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Karanganyar.