Balita 4 Tahun di Karanganyar Tewas Terperosok Sumur, Evakuasi Hampir Dua Jam
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Warga Dusun Pencil, Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, dikejutkan insiden tragis pada Sabtu (20/9/2025) pagi.
Seorang balita perempuan, Arazea Putri (4), meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur di sekitar rumahnya.
Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima sekitar pukul 06.30 WIB dari relawan penanggulangan bencana.
“Tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban berhasil diangkat sekitar pukul 08.45 WIB, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Hendro pada wartawan, Sabtu (20/9/2025).
Hendro menambahkan, setelah dilakukan visum luar oleh tim medis Puskesmas Jumapolo, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Ia juga mengimbau warga untuk mewaspadai sumur atau lubang berbahaya di sekitar rumah.
Relawan Jumapolo, Nur Cahyadi Herlambang, yang ikut terlibat dalam proses evakuasi, menceritakan kronologi kejadian.
Menurutnya, saat itu korban sedang bersama ibunya, Rani Rahayu, di depan rumah. Ibunya sempat masuk ke dalam rumah untuk mengambil minum, sementara korban menuju ke area belakang.
“Penutup sumur di rumah itu hanya berupa papan kayu (blabak) yang sudah lapuk. Saat diinjak korban, kayu langsung ambrol dan anak itu jatuh ke dalam sumur sedalam 15 meter. Di dalamnya ada air sekitar 1,5–2 meter, sehingga korban tenggelam,” ungkap Nur Cahyadi.
Bambang menambahkan, posisi sumur berada tepat di depan sebuah lemari yang menempel ke dinding. Saat korban membuka pintu lemari, kakinya menginjak papan penutup sumur yang sudah rapuh.
"Warga sempat mencari karena korban tidak kembali. Ternyata sudah berada di dalam sumur,” imbuhnya.
Evakuasi berlangsung dramatis. Tim gabungan dari BPBD Karanganyar, Damkar, TNI-Polri, perangkat desa, Puskesmas Jumapolo, relawan, dan warga bahu-membahu menurunkan alat tripot untuk mengangkat korban.
“Kami bersama tim sepakat membongkar sebagian cor di atas sumur supaya proses evakuasi lebih mudah. Alhamdulillah korban bisa diangkat, meski dalam keadaan meninggal dunia,” tutur Nur Cahyadi.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Aparat desa bersama BPBD Karanganyar terus mengingatkan warga agar memastikan keamanan lingkungan sekitar, terutama penutup sumur yang sudah tua atau rapuh.