Kronologi Pilu Balita 4 Tahun di Jumapolo, Pamit Bikin Susu Berakhir di Dasar Sumur

Kronologi Pilu Balita 4 Tahun jatuh ke Sumur
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Rani Rahayu (32) tidak pernah membayangkan, permintaan pamit putri kecilnya untuk membuat susu sendiri justru menjadi momen terakhir yang ia dengar.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Senyum dan langkah ringan Arazea Putri, balita berusia 4 tahun itu, berubah menjadi kabar duka ketika tubuh mungilnya ditemukan di dasar sumur rumah mereka di Dusun Pencil, Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, pada Sabtu (20/9/2025).

Awalnya, Arazea terlihat riang di halaman rumah bersama ibunya. Tak lama, ia berpamitan untuk membuat susu. Rani tak merasa khawatir, sebab sang buah hati memang sudah terbiasa meracik susu sendiri di dapur. 

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Namun, menit demi menit berlalu tanpa kehadiran Arazea kembali. Hati seorang ibu pun mulai diliputi cemas.

Ketika mencari ke dapur, Rani menemukan pemandangan yang membuatnya hampir tak percaya. Lubang sumur yang biasanya tertutup pompa air tampak terbuka. 

img_title RDTR Jadi Modal Baru Karanganyar Gaet Investor, Pemkab Siapkan Kolaborasi Berkelanjutan dengan Asosiasi

Penutup kayu di atasnya, yang sudah lapuk termakan usia, ambrol. Dugaan terburuk langsung muncul: putrinya terperosok ke dalam sumur sedalam 15 meter itu.

“Biasanya sumur ditutup rapat dengan pompa. Tapi waktu itu tidak terpasang. Penutup kayunya sudah rapuh,” tutur Nur Cahyadi Herlambang, relawan Jumapolo, yang turut membantu proses evakuasi.

Panik dan histeris, keluarga segera meminta pertolongan. Warga sekitar berdatangan. Tak lama, petugas BPBD Karanganyar bersama aparat kepolisian, Koramil, dan tenaga medis puskesmas tiba di lokasi.

Proses evakuasi pun dilakukan dengan hati-hati, mengingat kondisi sumur yang dalam dan penuh air setinggi hampir dua meter.

Setelah hampir dua jam upaya penyelamatan, tubuh kecil Arazea akhirnya berhasil diangkat ke permukaan.

Sayang, nyawanya sudah tak tertolong. Tidak ditemukan luka fisik, namun balita malang itu meninggal akibat tenggelam.

Kabar duka ini membuat suasana rumah dilingkupi isak tangis. Rani tak kuasa menahan perasaan kehilangan. Tetangga dan kerabat berusaha menenangkan, namun kesedihan tetap menyelimuti keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan rumah, terutama bagi keluarga dengan anak kecil. Satu celah yang luput dari perhatian, bisa berakibat fatal.