Satgas Pastikan Menu Makan Bergizi Gratis di Karanganyar Sesuai Usia dan Standar Gizi

Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karanganyar dipastikan tidak sekadar membagi makanan ke siswa.

img_title Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi, Perkuat Pasokan Air Pertanian Karanganyar

Pemerintah daerah menegaskan, setiap menu yang disajikan harus memenuhi standar gizi sekaligus menyesuaikan usia anak didik, mulai dari SD yang cenderung suka rasa manis hingga SMA yang lebih senang menu berbumbu pedas.

Ketua Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menegaskan bahwa penyusunan menu tidak bisa dilakukan sembarangan. 

img_title SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD

“Selera dan kebutuhan gizi setiap jenjang pendidikan berbeda. Kalau disamakan, jelas tidak tepat. Karena itu, menu harus dirancang lebih detail sesuai kelompok usia,” jelas Adhe pada VIVA Jogja, Senin (22/9/2025). 

Ia menambahkan, dapur penyedia makanan yang ditunjuk wajib mengikuti standar dari pemerintah pusat. 

img_title Tekan Kebocoran PAD, DPRD Karanganyar Dorong Seluruh Pembayaran Pajak dan Retribusi Beralih ke Sistem Digital

Mulai dari pemilihan bahan, cara pengolahan, hingga penyajian makanan harus sesuai aturan. Hal ini penting agar program tidak hanya berhenti pada rutinitas sekolah, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perbaikan kualitas gizi anak bangsa.

“Program ini bukan sekadar rutinitas di sekolah. Ini adalah bagian dari upaya besar pemerintah untuk mencetak generasi emas Indonesia 2045. Jadi, semua pihak yang terlibat harus serius menjalankannya,” tegas Adhe.

Selain gizi, variasi rasa juga menjadi perhatian. Adhe menyebut, anak-anak tidak boleh merasa bosan dengan makanan yang disajikan. 

Karena itu, menu akan divariasikan setiap hari, tetap bergizi, namun sesuai selera anak sesuai jenjang pendidikan.

Tidak kalah penting, aspek kebersihan juga mendapat sorotan. Menurut Adhe, makanan bergizi hanya akan bermanfaat jika diolah secara higienis. 

“Kalau gizinya sudah bagus tapi cara pengolahannya tidak bersih, tentu tidak ada artinya. Jadi kebersihan dan kandungan gizi harus sejalan,” tambahnya.

Adhe menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali arah besar dari program ini.

"Lewat MBG, kita ingin anak-anak di Karanganyar tumbuh sehat, cerdas, dan siap berkompetisi. Inilah investasi kita menuju masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.