Makanan Sekolah di Karanganyar Diawasi Ketat, Lewat 8 Jam Langsung Ditarik
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Yayasan Bali Desa Berbakti menerapkan aturan ketat dalam distribusi makanan untuk ribuan siswa sekolah di Karanganyar.
Setiap hidangan wajib tiba di tangan penerima dalam kondisi layak konsumsi dengan batas waktu maksimal delapan jam sejak dimasak.
Ketua yayasan, Aris Munandar, menjelaskan proses memasak dimulai sejak tengah malam. Lauk-pauk bisa diolah mulai pukul 00.00, sementara sayuran baru dimasak sekitar pukul 03.00 dini hari.
Setelah itu, makanan melalui tahap plating, pendinginan, dan langsung dikirim ke sekolah-sekolah.
“Kalau lewat dari delapan jam, risikonya basi sangat tinggi,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Aris menegaskan, makanan yang dinilai tidak layak konsumsi akan langsung dibatalkan pengirimannya meskipun pihak dapur harus menanggung kerugian.
"Lebih baik rugi uang daripada mengorbankan kesehatan anak-anak,” tegasnya.
Untuk menjaga kualitas, setiap dapur diwajibkan memiliki chef profesional. Menurut Aris, produksi makanan dalam skala besar tidak bisa hanya mengandalkan relawan tanpa pengalaman.
“Chef diperlukan untuk memastikan standar gizi, higienitas, dan manajemen waktu tetap terjaga,” katanya.
Meski begitu, relawan tetap dilibatkan. Bedanya, sebelum resmi bertugas mereka harus mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan di dapur yang sudah beroperasi.
Pelatihan ini penting agar para relawan terbiasa menghadapi tekanan kerja sekaligus disiplin terhadap standar kebersihan.
Dengan protokol ketat ini, Yayasan Bali Desa Berbakti berharap program distribusi makanan sekolah tidak hanya aman dan higienis, tetapi juga memberi rasa tenang bagi orang tua serta mendukung kesehatan siswa secara berkelanjutan.