UMUKA Tutup PKKMB 2025, Wamenristek Prof Fauzan Tekankan Kampus Harus Jadi Solusi Bangsa

Wamen saat menutup PKKMB 2025 UMUKA
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) resmi menutup kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025. 

img_title Asap Hitam Membumbung di Jalur Solo–Sragen, Kebakaran Hebat Landa Pabrik PT Porto Indonesia Sejahtera di Karanganyar

Penutupan ditandai dengan kuliah umum yang menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Fauzan.

Dalam kuliah bertema “Membentuk Jiwa Kepemimpinan dan Karakter Mahasiswa di Era Disrupsi”, Prof. Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan, melainkan juga harus menjadi pusat lahirnya solusi bagi tantangan bangsa.

img_title Jumog River Tubing Adventure, Cara Seru Menikmati Sungai di Lereng Lawu Cuma Rp25 Ribu

“Mahasiswa saat ini lahir di era digital. Kampus perlu adaptif dalam menyiapkan fasilitas agar mereka mampu mengembangkan potensi sesuai zamannya. Penelitian pun harus berdampak langsung, tidak berhenti di jurnal atau prototipe,” ungkapnya, Kamis (25/9/2025).

Ia juga mengapresiasi konsistensi Muhammadiyah dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada kebermanfaatan, sejalan dengan prinsip khairunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama.

img_title Kelola 25 Destinasi di Tiga Provinsi, The Lawu Group Menjelma Jadi Raksasa Wisata Regional

Wakil Rektor II UMUKA, Sarilan M. Ali, menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mendapat inspirasi dari tokoh nasional dan daerah. Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, turut hadir membagikan pengalaman masa kuliahnya yang menjadi bekal karier politik.

“Tahun ini UMUKA mencatat kenaikan penerimaan mahasiswa baru sebesar 37 persen. Ada 522 mahasiswa dari 96 kabupaten/kota di 22 provinsi, termasuk mahasiswa asing dari Yaman, Timor Leste, dan rencana tambahan dari Madagaskar,” jelasnya.

Program studi D4 Akupuntur dan Pengobatan Herbal menjadi jurusan favorit dengan kuota 140 mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa juga mendapat keringanan UKT hingga 50 persen serta dukungan program KIP Kuliah.