Atraksi Batik Raksasa Hiasi Fasad HARRIS Hotel Solo di Hari Batik Nasional

Erwin James, GM HARRIS Hotel Solo, tengah membatik dengan anggun
Sumber :
  • Ist/VIVA jogja

SOLO, VIVA Jogja - Hari Batik Nasional selalu menjadi waktu terbaik untuk menjelajahi kota-kota batik Nusantara. 

img_title Tradisi Wiwitan Bangunjiwo Meriahkan Syukur Panen dan Promosi Wisata Budaya

Solo, yang dikenal sebagai jantung kebudayaan Jawa, setiap tahun menghadirkan suasana berbeda. 

Mulai dari parade, pameran, hingga atraksi budaya unik, semuanya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung denyut tradisi batik di tanah kelahirannya.

img_title Mahasiswa UGM Dorong Desa Tampo Jadi Pusat Batik Inklusif bagi Difabel

Tahun ini, HARRIS Hotel Solo merayakannya dengan cara istimewa. Berkolaborasi dengan UMKM Batik Gunawan Setiawan, hotel bintang empat ini membentangkan kain batik raksasa di fasad gedung. 

Lebih dari 100 helai kain batik bermotif khas Solo disusun hingga membentuk bentangan sepanjang 20 meter dan lebar 7 meter—sebuah instalasi budaya yang langsung menarik perhatian warga maupun wisatawan.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Kawasan Penyangga Jadi Destinasi Wisata Baru

“Batik adalah kebanggaan sekaligus identitas bangsa. Melalui atraksi ini, kami ingin menampilkan keindahan batik dalam skala berbeda, agar masyarakat maupun wisatawan bisa menikmatinya secara langsung,” ungkap Erwin James, General Manager HARRIS Hotel Solo, didampingi Stephanie Arya dari tim manajemen hotel, Kamis (2/10/2025). 

Sementara itu, Aji Budi Saputro, Marketing & Branding Manager HARRIS Hotel Solo, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen hotel dalam mendukung industri kreatif lokal. 

“Besarnya kain yang kami bentangkan memang tak sebanding dengan besarnya cinta kami terhadap batik. Namun, ini menjadi bukti bahwa batik Solo punya keistimewaan yang layak ditampilkan di ruang publik,” jelasnya.

Perayaan semakin semarak dengan penampilan Tari Gambyong dari LBK Erawati serta hadirnya pojok jamu khas HARRIS yang menghadirkan pengalaman rasa tradisional. 

Turut hadir Satmaka, Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Surakarta, yang memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Dari pihak pengrajin, Sofia mewakili Batik Gunawan Setiawan, menyampaikan rasa bangganya dapat berkolaborasi dalam perayaan bersejarah ini.

Seperti diketahui, sejak 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. 

Pengakuan internasional ini menjadikan batik bukan sekadar kain, melainkan simbol identitas dan kebanggaan bangsa.

Melalui atraksi batik raksasa ini, HARRIS Hotel Solo tidak hanya menyemarakkan Hari Batik Nasional, tetapi juga menghadirkan destinasi budaya baru di tengah kota. 

Halaman Selanjutnya
img_title