Tertawa Saat Lihat Tema PWI, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Justru Sampaikan Pesan Serius soal Demokrasi
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mencuri perhatian saat menghadiri Malam Silaturasa PWI Bersatu di Taman Balekambang, Kota Solo, Sabtu (4/10/2025).
Bukan karena pidatonya, tapi karena celetukannya yang spontan dan bikin tamu undangan tertawa.
Begitu melihat panggung dengan tulisan besar bertema “Sakinah, Mawaddah, Warahmah”, Luthfi langsung berseloroh.
"Iki koyo wong mantenan (ini kayak acara pernikahan), tapi temanya lucu dan doanya bagus,” ujarnya sambil tertawa lepas.
Kalimat itu sontak memecah suasana dan membuat para pengurus PWI Pusat ikut tertawa. Tema acara memang tidak biasa untuk sebuah organisasi wartawan, tapi justru itu yang membuat malam jadi hangat dan penuh canda.
Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul alias Gus Anas mengatakan, tema “Sakinah, Mawaddah, Warahmah” sengaja dipilih untuk menggambarkan semangat kebersamaan di tubuh PWI.
“Kita ingin PWI ini adem, guyub, dan solid seperti keluarga. Jadi bukan sekadar slogan, tapi doa supaya organisasi ini berjalan penuh cinta dan empati,” ujarnya.
Tak sedikit pengurus yang memuji ide itu. Salah satunya Marah Sakti Siregar dari PWI Pusat yang menilai konsep malam itu ringan tapi berkesan. “Jarang ada acara organisasi dengan tema sehangat ini,” katanya.
Suasana akrab makin terasa ketika tamu undangan dijamu dengan aneka kuliner khas Solo. Ada tengkleng, nasi liwet, hingga wedangan lengkap dengan teh hangat dan jajanan tradisional.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani juga hadir. Bahkan Astrid sempat ikut menyumbang suara bareng Altara Band dan Mandom, menambah meriah suasana malam itu.
“Ini bukan sekadar jamuan, tapi cara kita mempererat silaturahmi antara pengurus pusat, daerah, dan pemerintah daerah,” ujar Gus Anas.
Di tengah suasana santai, Gubernur Ahmad Luthfi tak lupa menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga demokrasi.
Menurutnya, media bukan hanya penyampai berita, tapi juga jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
"Pers punya peran besar dalam mengawal kebijakan publik. Kolaborasi itu penting, supaya informasi yang sampai ke masyarakat benar dan membangun,” ucapnya.