Belasan Pelajar di Karanganyar Dirawat di RS, Diduga Keracunan Makanan Sekolah

Ilustrasi siswa keracunan
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Belasan pelajar di wilayah Karanganyar harus mendapatkan perawatan di RSUD Karanganyar setelah mengalami gangguan pencernaan massal. Para siswa ini dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare sejak Jumat (3/10/2025).

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Direktur Utama RSUD Karanganyar, dr. Arif Setiyoko, membenarkan adanya 12 pasien pelajar yang datang ke rumah sakit dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Mereka berasal dari sejumlah sekolah di sekitar wilayah kota Karanganyar.

“Totalnya ada 12 pasien, termasuk yang menjalani rawat inap dan rawat jalan,” ujar dr. Arif, Senin (6/10/2025).

img_title RDTR Jadi Modal Baru Karanganyar Gaet Investor, Pemkab Siapkan Kolaborasi Berkelanjutan dengan Asosiasi

Ia menjelaskan, sebagian besar pasien merupakan siswa tingkat SMP dan SMA, namun terdapat pula beberapa siswa SD yang menunjukkan gejala serupa. Para pasien datang secara bergiliran, tidak dalam waktu bersamaan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan kaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dr. Arif belum dapat memberikan keterangan lebih jauh.

img_title Evakuasi Pendaki Lawu Cedera Habiskan Rp12 Juta, PUD Aneka Usaha Benahi Jalur

"Kami belum bisa memastikan sumbernya. Riwayat konsumsi pasien termasuk dalam data medis, jadi tidak bisa kami buka,” ungkapnya.

Meski begitu, kondisi para siswa disebut tidak dalam kategori berat. Sebagian pasien bahkan sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi dan pengobatan.

“Gejalanya relatif ringan, kebanyakan hanya mual dan diare. Semua dalam kondisi stabil,” tambahnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dikabarkan tengah menelusuri dugaan penyebab kejadian tersebut. Langkah investigasi mencakup pengumpulan data pasien dan kemungkinan pengambilan sampel makanan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai sumber pasti penyebab gangguan kesehatan yang menimpa para pelajar itu.