Ratusan Pelajar di Tawangmangu Karanganyar Diduga Keracunan, Ketua Satgas Tegaskan Belum KLB
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ratusan pelajar di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari kegiatan sekolah.
Peristiwa yang sempat menghebohkan warga itu kini tengah ditangani serius oleh pemerintah daerah.
Meskipun jumlah pelajar yang terdampak cukup banyak, Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Karanganyar memastikan bahwa kasus tersebut belum memenuhi kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB).
Pemerintah daerah tetap melakukan langkah cepat untuk mencegah penyebaran dan memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan.
“Berdasarkan indikator kesehatan masyarakat, kasus ini belum bisa dikategorikan sebagai KLB. Namun karena jumlahnya signifikan, kami langsung menurunkan tim medis dan melakukan penanganan di lapangan,” ujar Ketua Satgas MBG yang juga Wakil Bupati Karanganyar saat meninjau pasien di RSUD Jenglong, Jumat (10/10/2025).
Hingga Jumat siang, puluhan pelajar masih menjalani perawatan di RSUD Jenglong dan beberapa puskesmas sekitar Tawangmangu.
Sebagian besar mengalami gejala ringan seperti mual, muntah, pusing, dan lemas. Tim medis juga sudah menyiapkan ruang observasi tambahan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien.
Ia menyebut pihaknya telah menurunkan tim laboratorium untuk memeriksa sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui sumber pasti penyebab keracunan massal.
"Sampel makanan sudah kami kirim ke laboratorium untuk diuji kandungannya. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak tinggal diam. Bersama unsur TNI dan Polri, pengawasan terhadap distribusi bahan makanan di sekolah dan dapur umum kini diperketat. Setiap penyedia makanan diwajibkan mematuhi standar kebersihan dan prosedur pengolahan yang telah ditetapkan.
Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dilakukan.
Pemerintah ingin memastikan setiap proses mulai dari pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan dilakukan sesuai protokol keamanan pangan.
"Kami ingin memastikan semua prosedur berjalan sesuai standar. Fokus kami adalah melindungi kesehatan pelajar dan mencegah kasus serupa terulang kembali,” tegas Adhe.
Sambil menunggu hasil uji laboratorium keluar, pemerintah daerah mengimbau pihak sekolah untuk lebih berhati-hati dalam penyajian makanan bagi siswa.