Ratusan Pelajar di Karanganyar Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Dua Dapur Disetop Sementara

Satgas MBG hentikan dua SPPG usai ratusan pelajar alami keracunan
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karanganyar kembali menjadi sorotan. 

img_title Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran PT Porto di Karanganyar, Peliputan Wartawan Diwarnai Pengusiran

Dalam dua pekan terakhir, ratusan pelajar di dua kecamatan berbeda mengalami dugaan keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut.

Kasus pertama terjadi di Popongan, menimpa 168 pelajar, disusul insiden serupa di Tawangmangu dengan 105 pelajar terdampak.

img_title Asap Hitam Membumbung di Jalur Solo–Sragen, Kebakaran Hebat Landa Pabrik PT Porto Indonesia Sejahtera di Karanganyar

Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar langsung bertindak cepat. Dua dapur penyedia makanan, yakni SPPG Popongan dan SPPG Tawangmangu, dihentikan sementara operasionalnya untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

Ketua Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menegaskan penghentian ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan pangan benar-benar terjamin sebelum program dilanjutkan.

img_title Jumog River Tubing Adventure, Cara Seru Menikmati Sungai di Lereng Lawu Cuma Rp25 Ribu

“Kami merekomendasikan penghentian sementara dua dapur tersebut sampai seluruh standar keamanan pangan, SOP, dan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) dipenuhi,” ujar Adhe, usai menjenguk pelajar keracunan yang masih dirawat di RSUD Kartini, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, kejadian di Popongan menjadi peringatan awal, namun insiden di Tawangmangu dengan jumlah korban lebih banyak membuat pemerintah harus memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur MBG.

“Kasus di Popongan sudah kami tindaklanjuti. Tapi setelah peristiwa di Tawangmangu, kami melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tak terulang,” jelasnya.

Adhe menegaskan, penghentian sementara bukan bentuk hukuman, melainkan langkah antisipatif agar seluruh penyedia makanan benar-benar memenuhi standar higienitas dan sanitasi.

“Program ini menyangkut keselamatan anak-anak. Karena itu, pengelola dapur harus memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya kebersihan dan keamanan pangan,” imbuhnya.

Satgas MBG kini tengah melakukan audit ketat di semua dapur penyedia makanan di Karanganyar. Pemeriksaan meliputi tata ruang dapur, kebersihan alat masak, penyimpanan bahan makanan, hingga sistem pengelolaan limbah.

Selain memperketat pengawasan, Pemkab juga memperkuat koordinasi dengan seluruh relawan dapur agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan aman dan sesuai standar pemerintah.

"Kejadian di Popongan dan Tawangmangu menjadi evaluasi penting bagi kami semua. Ke depan, kami ingin pastikan seluruh dapur benar-benar laik dan aman untuk anak-anak penerima manfaat,” tegas Adhe.

Hasil penelusuran Satgas menunjukkan, dua insiden tersebut merupakan kasus pertama sejak program MBG berjalan di Karanganyar.

Halaman Selanjutnya
img_title