Puluhan Siswa SMPN 1 Karanganyar Diduga Keracunan Usai Makan Bersama

Ilustrasi siswa keracunan
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Puluhan siswa SMP Negeri 1 Karanganyar dilaporkan mengalami gejala mual, sakit perut, dan diare setelah mengikuti kegiatan makan bersama di sekolah pada Rabu (15/10/2025). Sejumlah siswa mulai merasakan keluhan beberapa jam setelah kegiatan berakhir.

img_title Kelola 25 Destinasi di Tiga Provinsi, The Lawu Group Menjelma Jadi Raksasa Wisata Regional

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebagian besar siswa mulai mengalami gejala pada malam hari setelah pulang ke rumah. 

Keluhan yang muncul meliputi mual, sakit perut, dan buang air besar berulang dengan tingkat keparahan berbeda-beda.

img_title Wedding Expo Perdana Hadir di Karanganyar, Farida dan Wulan Tertawa Lihat Foto Pernikahan Mereka Dipajang Vendor

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Karanganyar pada Kamis (16/10/2025). Pemeriksaan dilakukan di aula sekolah terhadap siswa yang masih mengeluhkan gejala.

Siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan dan obat ringan dari tenaga medis. Berdasarkan data sementara, sekitar 50 siswa tercatat mengalami gangguan pencernaan usai kegiatan makan bersama tersebut.

img_title Karanganyar Jadi Lokasi Panen Raya TNI di 43 Daerah, Petani Terima Mesin Panen Modern

Kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik setelah mendapat penanganan medis. Sebagian besar sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Petugas kesehatan juga mengambil sampel makanan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Hingga Kamis sore, tidak ada laporan kondisi berat, dan seluruh siswa yang sempat mengalami gejala telah mendapatkan pemantauan dari pihak sekolah serta tenaga medis.

Camat Karanganyar, Sutarmo, membenarkan adanya laporan sejumlah siswa yang mengalami gangguan pencernaan. Ia menyebut, penyebab kejadian masih dalam penyelidikan oleh tim kesehatan.

"Memang ada sekitar 50 siswa yang mengalami gejala seperti sakit perut dan diare, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan. Tim kesehatan masih melakukan pemeriksaan,” ujar Sutarmo, Kamis (16/10/2025).

Pihak kecamatan bersama Dinas Kesehatan dan sekolah masih melakukan pemantauan kondisi siswa serta penelusuran lebih lanjut untuk memastikan sumber gejala tersebut.

Sejumlah orang tua berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar kebersihan makanan di sekolah lebih diperhatikan. Mereka berharap pengawasan terhadap makanan siswa dapat diperketat agar peristiwa serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan penyebab kejadian masih berlangsung, dan pihak berwenang belum mengeluarkan kesimpulan resmi.