Tasikmadu Heritage Run 2026, Lari Sambil Wisata di Pabrik Gula Legendaris Karanganyar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar akan kembali menjadi pusat perhatian pada 9 November 2026.
Ribuan pelari dari berbagai daerah akan mengikuti Tasikmadu Heritage Run 2026, ajang olahraga yang menggabungkan semangat lari dan pesona sejarah Karanganyar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-118, dan diinisiasi oleh Aneka Usaha Karanganyar. Event ini ditujukan untuk memperkenalkan sisi heritage daerah sekaligus menumbuhkan minat masyarakat pada olahraga lari.
Sejak pendaftaran dibuka, jumlah peserta terus bertambah hingga mencapai 1.700 orang, melebihi target awal 1.500 peserta. Panitia pun menutup pendaftaran lebih cepat karena kuota telah penuh.
Lomba ini menyediakan dua kategori, 5 kilometer dan 10 kilometer, dengan biaya pendaftaran masing-masing Rp175.000 dan Rp200.000.
Direktur Utama Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, mengatakan Tasikmadu Heritage Run dirancang bukan sekadar lomba, tetapi juga sarana mengenal sejarah daerah.
“Kami ingin masyarakat berolahraga sambil menikmati peninggalan sejarah Karanganyar. Melalui lari, peserta bisa menelusuri jejak masa lalu di PG Tasikmadu,” ujar Samidi, Senin (27/10/2025).
Rute lari akan melewati kawasan pabrik gula berusia lebih dari seratus tahun, area perkebunan, hingga jalur desa yang masih mempertahankan suasana tradisional.
Untuk menambah semangat peserta, panitia menyiapkan beragam doorprize, di antaranya dua sepeda motor dan lima sepeda gunung, serta sejumlah hadiah hiburan lainnya.
Samidi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan hari jadi Karanganyar, tidak terkait dengan pengembangan wisata Sondokoro. Fokus utama, katanya, adalah menggabungkan nilai sejarah, olahraga, dan kebersamaan masyarakat.
Melalui Tasikmadu Heritage Run, Karanganyar diharapkan semakin dikenal sebagai daerah dengan potensi wisata sejarah yang kuat.
“Ini bukti bahwa olahraga bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi lokal,” tambah Samidi.