Perumda Air Minum Boyolali Genjot Transformasi Bisnis dan Layanan, Siap Jadi Green Company

Kantor PDAM Boyolali
Sumber :
  • VIVA Jogja

BOYOLALI, VIVA Jogja - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Ampera Boyolali menegaskan arah baru bisnisnya.

img_title Piala Soeratin Jateng 2026 Pecah Rekor! 206 Tim Ambil Bagian, Safin Pati dan Persipa Layak Juara

Setelah hampir setengah abad melayani masyarakat, BUMD ini kini bertransformasi menjadi entitas modern dengan sistem pelayanan berbasis teknologi, efisiensi operasional, dan tata kelola berkelanjutan.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Ampera Iwan Marwanto menjelaskan bahwa transformasi tersebut tak hanya bertujuan memperluas cakupan pelanggan, tetapi juga memperkuat peran perusahaan sebagai penggerak ekonomi daerah.

img_title Rizal Bawazier Desak Kementerian Koperasi Tuntaskan Kasus Tiga BMT Bermasalah di Pekalongan

"Kami ingin menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dalam waktu lima tahun, target kami cakupan layanan meningkat hingga di atas 90 persen,” ujar Iwan pada wartawan, Kamis (30/10/2025) 

Iwan menambahkan saat ini, cakupan layanan Perumda baru sekitar 60 persen. Perusahaan menyiapkan sejumlah proyek ekspansi untuk wilayah dengan pasokan terbatas, terutama di Tamansari, Wonosamodro, dan Wonosari. 

img_title IJD Karimunjawa 2026 Digelontor Rp55 Miliar, Pemkab Jepara Kawal Pembangunan Jalan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan air bersih sekaligus peningkatan nilai ekonomi daerah melalui penyediaan infrastruktur dasar.

Selain fokus pada pelayanan publik, Tirta Ampera juga menyiapkan diversifikasi usaha di sektor kawasan industri. Boyolali yang tengah berkembang sebagai wilayah peruntukan industri menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas unit bisnis.

"Kami melihat sektor industri sebagai mitra potensial. Air menjadi kebutuhan utama, dan kami siap memenuhinya dengan standar kualitas tinggi,” katanya.

Dalam struktur kepemilikan, 100 persen saham Perumda dimiliki Pemerintah Kabupaten Boyolali. Setiap tahun, perusahaan wajib menyetor 55 persen laba bersih sebagai dividen kepada kas daerah. 

Dengan kinerja keuangan yang terus membaik, kontribusi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan.

Menariknya, transformasi Perumda tidak hanya berhenti pada aspek bisnis. Perusahaan juga mulai menerapkan konsep Green Company, yakni pengelolaan air berkelanjutan dengan mengurangi pengambilan air tanah dan beralih ke sumber air permukaan. 

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Kami ingin tumbuh bersama alam,” tegasnya.

Dari sisi pelayanan, perubahan besar juga dilakukan. Sistem respons pelanggan kini berbasis digital, termasuk pemantauan aduan melalui media sosial dan kanal resmi perusahaan. 

Halaman Selanjutnya
img_title