Tujuh Remaja Terjebak di Air Terjun Kedung Sriti Tawangmangu, Begini Kronologinya

Tujuh pemuda berhasil diselamatkan
Sumber :
  • Ist/VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Petualangan tujuh remaja di Air Terjun Kedung Sriti, kawasan wisata alam di Tawangmangu, berubah menegangkan ketika mereka terjebak di tengah derasnya arus sungai yang tiba-tiba meluap pada Rabu (5/11/2025) sore.

img_title Asap Hitam Membumbung di Jalur Solo–Sragen, Kebakaran Hebat Landa Pabrik PT Porto Indonesia Sejahtera di Karanganyar

Momen yang semula menjadi ajang bersenang-senang di lokasi wisata yang sedang ramai dikunjungi itu berubah menjadi situasi darurat. 

Hujan deras di kawasan Gunung Lawu membuat debit air sungai naik cepat hingga menutup jalur pulang para pengunjung muda tersebut.

img_title Jumog River Tubing Adventure, Cara Seru Menikmati Sungai di Lereng Lawu Cuma Rp25 Ribu

Tim gabungan dari BPBD Karanganyar bersama relawan segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga. 

Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik, seluruh remaja berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tanpa cedera.

img_title Kelola 25 Destinasi di Tiga Provinsi, The Lawu Group Menjelma Jadi Raksasa Wisata Regional

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menuturkan bahwa ketujuh remaja berasal dari berbagai daerah, di antaranya Palur, Jepara, Solo, Boyolali, Jebres, dan Colomadu. Mereka masing-masing adalah Adhi Jaya, Moreno, Kezia, Kahfi, Safrizal, Weldan Engga, dan Fahri.

“Ketika hujan mulai turun, mereka tetap berada di sekitar air terjun. Tidak lama kemudian, aliran air dari hulu meningkat tajam sehingga mereka tidak bisa menyeberang kembali,” ujar Hendro.

Menurutnya, tim penyelamat harus menggunakan jalur berbeda karena akses utama tertutup arus deras. Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya seluruh korban berhasil dipindahkan ke tempat aman.

Usai evakuasi, ketujuh remaja dibawa ke posko sementara untuk menghangatkan diri. Setelah dipastikan dalam kondisi stabil, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Tidak ada yang terluka, hanya kedinginan dan sedikit shock. Semuanya sudah kami pastikan aman,” tambah Hendro.

BPBD Karanganyar mengimbau wisatawan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca, terutama di kawasan pegunungan. Wisata alam seperti air terjun, sungai, dan lembah memiliki potensi bahaya besar saat curah hujan meningkat.

“Kami minta pengunjung jangan memaksakan diri saat cuaca mulai mendung. Lebih baik menepi atau segera meninggalkan lokasi wisata demi keselamatan,” pesan Hendro.

Air Terjun Kedung Sriti yang terletak di bawah kawasan Pancot, Tawangmangu, memang menawarkan panorama indah dan suasana alami. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bahwa di balik pesonanya, alam tetap menyimpan risiko yang tidak bisa disepelekan.