Titik Soeharto Kepincut Nasi Goreng di SPPG Bhayangkari Karanganyar Saat Dampingi Kapolri
- Ist/VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kunjungan Anggota DPR RI Titik Soeharto ke Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari di Cangakan, Karanganyar, meninggalkan kesan tersendiri.
Saat mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum Bhayangkari, Titik tampak antusias meninjau dapur gizi yang dikelola secara profesional oleh jajaran Bhayangkari dan Polri.
Dalam kesempatan itu, ia tak hanya melihat proses pengolahan makanan bagi para siswa, tetapi juga mencicipi langsung menu yang disiapkan — nasi goreng khas dapur Bhayangkari — yang membuatnya kagum.
"Nasi gorengnya enak sekali, dimasak oleh juru masak pilihan. Gizi dan rasanya seimbang. Saya benar-benar kagum karena ini bukan sekadar dapur, tapi sistem pangan yang sangat tertata,” ujar Titik Soeharto sambil tersenyum, Jumat (7/11/2025).
Sebelum mengunjungi dapur SPPG, rombongan lebih dulu meninjau SMP Kemala Bhayangkari di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Sekolah binaan Polri itu mendapat pujian dari Titik Soeharto karena fasilitasnya tergolong lengkap dan modern.
"Sekolah ini luar biasa. Semua kelas ber-AC, lingkungannya bersih, gurunya profesional, dan yang paling penting, anak-anak mendapatkan makan siang gratis setiap hari,” ucapnya.
Politisi yang juga putri Presiden ke-2 RI, Soeharto, itu menilai kehadiran sekolah Kemala Bhayangkari menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap pendidikan anak bangsa, terutama di daerah. Ia menegaskan, langkah Kapolri membangun sekolah unggulan seperti ini layak dijadikan contoh nasional.
“Ini bukan program kementerian, tapi inisiatif langsung dari Pak Kapolri dan Bhayangkari. Artinya, Polri tak hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut membangun generasi yang cerdas dan sehat,” tutur Titik.
Dalam kunjungannya ke dapur SPPG Kemala Bhayangkari, Titik Soeharto menyoroti sistem pengelolaan bahan pangan yang dinilainya transparan dan berpihak kepada masyarakat.
Seluruh bahan pokok yang digunakan untuk menyiapkan makan siang siswa ternyata dibeli dari pelaku UMKM dan petani lokal di sekitar Karanganyar.
“Ini luar biasa, karena tidak hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menggerakkan ekonomi warga sekitar. Ini contoh nyata sinergi antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.