RSUD Kartini Karanganyar Siapkan Pengadaan Cathlab dan Sitoksia untuk Perkuat Layanan Jantung dan Kanker
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - RSUD Kartini Karanganyar mulai merencanakan pengadaan dua alat kesehatan berteknologi tinggi, cathlab dan sitoksia, yang ditargetkan masuk dalam perencanaan tahun 2026.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan layanan jantung dan onkologi sekaligus memenuhi standar fasilitas rumah sakit kelas C.
Direktur Utama RSUD Kartini Karanganyar, dr. Arif Setyoko, mengatakan kedua alat itu menjadi kebutuhan penting karena pelayanan jantung dan penanganan tumor di rumah sakit masih terbatas. Namun ini baru sebatas rencana.
“Pengadaan cathlab dan sitoksia perlu disiapkan secara menyeluruh. Ada persyaratan dari Kementerian Kesehatan yang harus dipenuhi, terutama terkait sumber daya manusia dan kesiapan ruang instalasi,” kata Arif saat ditemui VIVA Jogja, diruang kerjanya, Kamis (20/11/2025)
Cathlab atau catheterization laboratory merupakan fasilitas untuk pemeriksaan dan tindakan jantung menggunakan pencitraan canggih.
Melalui alat ini, rumah sakit dapat melakukan angiografi koroner, pemasangan ring jantung, balloon angioplasty, penanganan serangan jantung akut, hingga pemasangan alat pacu jantung.
Selama ini RSUD hanya memiliki satu dokter spesialis jantung yang juga sedang mengikuti program fellowship. Padahal, untuk mengoperasikan cathlab minimal dibutuhkan dua dokter spesialis sebagai penanggung jawab layanan.
“Ketersediaan dokter menjadi tantangan utama. Kami harus memastikan SDM-nya lengkap sebelum cathlab beroperasi,” ujar Arif.
Selain cathlab, RSUD juga menargetkan pengadaan sitoksia. Fasilitas tersebut digunakan untuk tindakan bedah onkologi, mulai dari biopsi hingga pengangkatan tumor atau jaringan kanker.
Saat ini rumah sakit belum memiliki dokter bedah onkologi sehingga rekrutmen tenaga khusus tersebut harus dilakukan sebelum alat beroperasi.
Nilai kedua alat itu diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Arif menjelaskan harga akhir masih menunggu penetapan spesifikasi.
“Ruangan cathlab dan sitoksia tidak bisa memakai ruangan lama. Keduanya membutuhkan bangunan khusus dengan standar teknis tertentu. Lahan rumah sakit masih memungkinkan untuk pengembangan,” katanya.
Seluruh persiapan, mulai dari SDM, ruang instalasi, hingga perencanaan anggaran, dilakukan secara bertahap. Manajemen berharap pengadaan dapat dimulai sesuai target pada 2026 dan fasilitas tersebut benar-benar meningkatkan layanan jantung dan kanker di Karanganyar.