Jalur Lama Tawangmangu–Sarangan Mulus Lagi, Warga Gondosuli Gelar Kerja Bakti Besar-Besaran
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Puluhan Tahun Menunggu, Warga Desa Gondosuli Sambut Aspal Baru dengan Kerja Bakti Massal dan Penataan Jalur Lama Tawangmangu–Sarangan
Puluhan tahun menunggu, warga Desa Gondosuli di Kecamatan Tawangmangu akhirnya bisa merasakan kembali mulusnya jalur lama yang menghubungkan Tawangmangu, Jawa Tengah, dengan Sarangan, Jawa Timur.
Setelah hampir dua dekade hanya menjadi lintasan rusak dan penuh lubang, jalan strategis antarprovinsi tersebut akhirnya direvitalisasi. Perbaikan itu disambut antusias warga dengan menggelar kerja bakti massal pada Senin (24/11/2025) pagi.
Sejak matahari belum sepenuhnya terbit, sekitar 250 warga dari sembilan RT sudah berkumpul di tepi jalan. Satu per satu mereka datang membawa alat manual seperti cangkul, pacul, sabit, dan linggis. Kegiatan gotong royong ini disebut sebagai salah satu aksi masyarakat terbesar di desa itu dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka membersihkan selokan, memotong semak-semak yang menutupi bahu jalan, hingga menggali kembali aliran air yang tertutup endapan tanah. Aktivitas tersebut berlangsung kompak dan penuh semangat, bahkan beberapa warga tua pun ikut membantu dengan peralatan seadanya.
Kepala Dusun Gondosuli Lor, Amran Guaning Marzuki, menjelaskan bahwa pekerjaan terbesar berada pada pembukaan kembali saluran air yang tertimbun selama bertahun-tahun.
Menurutnya, kerusakan jalan yang terjadi selama ini tidak hanya disebabkan beban kendaraan, tetapi juga air hujan yang meluap ke badan jalan akibat selokan tidak berfungsi.
“Selokan ini dulunya ada, tapi tertimbun lumpur karena tidak pernah diperbaiki. Begitu jalannya selesai diaspal ulang, warga langsung sepakat untuk membuka kembali jalur air. Tujuannya supaya air hujan tidak lagi menggerus aspal,” kata Amran.
Ia menyebutkan bahwa seharusnya perbaikan saluran merupakan tanggung jawab DPUPR, namun warga tidak ingin menunggu terlalu lama karena kualitas jalan baru harus dijaga sejak awal.
Amran menilai kerja bakti ini sebagai bukti bahwa warga Gondosuli memiliki kesadaran tinggi soal pentingnya menjaga infrastruktur.
Menurutnya, perbaikan fisik bukanlah akhir pekerjaan, karena kondisi jalan akan kembali rusak jika tidak dirawat.
Ia pun mengapresiasi warga yang rela menyisihkan waktu di tengah kesibukan untuk turun langsung merawat fasilitas umum.