PGRI Karanganyar Dukung Kebijakan Enam Hari Sekolah, Sebut Efektif untuk Pembelajaran dan Karakter Siswa

Ketua PGRI Karanganyar, Sri Wiyanto
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - PGRI Karanganyar menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang memberlakukan kembali sistem enam hari sekolah

img_title Jumog River Tubing Adventure, Cara Seru Menikmati Sungai di Lereng Lawu Cuma Rp25 Ribu

Organisasi guru tersebut menilai kebijakan ini dapat memperkuat kedisiplinan peserta didik sekaligus mendekatkan kembali pola pembelajaran pada karakter lokal yang selama ini telah berjalan di banyak sekolah.

Ketua PGRI Karanganyar, Sri Wiyanto, mengatakan bahwa sebagian besar sekolah di daerah tersebut memang sudah terbiasa menjalankan enam hari belajar. 

img_title Kelola 25 Destinasi di Tiga Provinsi, The Lawu Group Menjelma Jadi Raksasa Wisata Regional

Karena itu, penyesuaian kembali terhadap kebijakan nasional dipandang bukan sebagai beban tambahan, melainkan penyelarasan terhadap praktik yang selama ini dianggap efektif. 

“Sekolah-sekolah kami pada prinsipnya siap. Banyak yang sudah menerapkan pola ini sejak dulu,” ujar Sri Wiyanto, saat ditemui VIVA Jogja, usai peringatan hari Guru, di Gedung PGRI Karanganyar, Selasa (25/11/2025). 

img_title Wedding Expo Perdana Hadir di Karanganyar, Farida dan Wulan Tertawa Lihat Foto Pernikahan Mereka Dipajang Vendor

Menurut Sutarno, ritme enam hari masuk sekolah dinilai mampu menjaga kesinambungan proses belajar, terutama bagi sekolah yang masih mengandalkan kegiatan pembiasaan di pagi hari maupun program penguatan karakter.

Ia menambahkan, model lima hari sekolah sebelumnya membuat beberapa program kegiatan siswa harus diringkas dalam waktu yang lebih padat, sementara tidak semua sekolah memiliki infrastruktur memadai untuk mendukung program full day.

Di sisi lain, PGRI menekankan bahwa pengembalian kebijakan bukan hanya soal durasi sekolah, tetapi juga tanggung jawab semua pihak agar proses belajar mengajar berjalan sehat dan berkualitas.

"Guru, komite sekolah, dan orang tua perlu berada pada pemahaman yang sama. Jangan sampai ada persepsi bahwa ini sekadar penambahan jam masuk,” kata Sutarno.

PGRI juga meminta pemerintah daerah memberikan panduan yang jelas terkait pelaksanaan, terutama untuk sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler intensif pada akhir pekan. 

Pengaturan ulang jadwal dan beban ajar perlu dibicarakan agar tidak menambah tekanan bagi guru maupun siswa.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Karanganyar memastikan akan melakukan pendampingan kepada seluruh satuan pendidikan selama masa penyesuaian. 

Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa kebijakan enam hari sekolah berlaku secara nasional, dan daerah bertugas memastikan implementasinya berjalan konsisten namun tetap fleksibel sesuai kondisi masing-masing sekolah.

Halaman Selanjutnya
img_title