Polda Jateng Siagakan Satgas Quick Response, Polres Karanganyar Fokus Amankan Jalur Wisata Tawangmangu
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025, Polda Jawa Tengah mulai menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Quick Response untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah perbatasan dan jalur wisata.
Kasilaka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jateng, Kompol Riswanto, mengatakan pihaknya telah melaksanakan apel kesiapan di jajaran Satgas guna memastikan seluruh personel, kendaraan, dan peralatan pendukung dalam kondisi siap digunakan.
“Satgas Quick Response ini dibentuk agar kita bisa bergerak cepat ketika ada gangguan di jalan raya, terutama saat arus liburan nanti. Semua personel sudah kami cek, kendaraan dan peralatannya juga siap,” ujar Riswanto, ditemui usai apel, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang Operasi Lilin Candi dan Operasi Ketupat.
Ia menegaskan, soliditas dan kesiapan mental personel menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Harapan kami, Satgas tetap solid dan eksis di lapangan. Tujuan akhirnya jelas: memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, dan humanis kepada masyarakat yang melintas di wilayah Karanganyar,” tegasnya.
Dari jajaran Polres Karanganyar, Kasatlantas AKP Agista Ryan Mulyanto menyebutkan bahwa kawasan Tawangmangu masih menjadi fokus utama pengamanan arus wisata selama libur akhir tahun. Lonjakan kendaraan diperkirakan meningkat tajam seiring dengan agenda budaya Sikso Rogo yang akan digelar pekan depan.
“Kami menerima informasi akan ada sekitar tujuh ribu pengunjung yang naik ke kawasan wisata. Maka dari itu, rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan untuk berbagai kondisi,” jelas Agista.
Ia menyebut, pengaturan arus kendaraan dilakukan secara dinamis sesuai situasi di lapangan.
Bila terjadi peningkatan volume kendaraan, arus akan dialihkan ke jalur alternatif seperti Sumokado, Mataasem, dan Jembatan Dimoro.
“Selama rekayasa yang kami lakukan tidak menimbulkan kemacetan total, pola itu tetap digunakan. Tapi kalau mulai padat, kami akan lakukan pengalihan ke jalur alternatif yang lebih lancar,” ujarnya.
Agista juga menyoroti perbaikan jalan di wilayah Ngargoyoso yang berpotensi menghambat arus kendaraan menuju kawasan wisata.