Mobil Jamaah Pura Terjun ke Jurang di Karanganyar, Terseret Tanjakan Banaran dan Dua Penumpang Selamat

Mobil terjun ke jurang di Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Mobil Isuzu Panther berpelat AD 1968 WP terjun ke lereng jurang di kawasan Banaran, Desa Plosorejo, Kerjo, Karanganyar, Rabu (3/12/2025) siang.

img_title GW Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang Rp 6,9 Miliar di Karanganyar, Kuasa Hukum Desak Penahanan

Mobil itu diketahui membawa jamaah yang hendak sembahyang di Pura Amerta Satya Loka. Kendaraan melorot di tanjakan ekstrem hingga jatuh ke kedalaman puluhan meter. Beruntung, dua orang yang berada di dalamnya masih selamat.

Warga sekitar sempat panik setelah mendengar suara benturan keras dari arah tebing. Saat diperiksa, mobil ditemukan ringsek di lereng jurang, tersangkut pada rimbunan semak. Kedua pria di dalam mobil sudah keluar dalam kondisi sadar meski mengalami luka lecet.

img_title Pengelola Gunung Lawu Blacklist Penyelenggara Open Trip Dua Tahun, Pelanggaran Berulang Berujung Sanksi Tegas

Ketua FKPB Kerjo, Rubingan, menyatakan penumpang mobil merupakan jamaah yang tengah menuju Pura untuk mengikuti kegiatan keagamaan. 

“Keduanya warga Ngargoyoso. Mereka hendak sembahyang di Pura Amerta Satya Loka. Kemungkinan besar mereka belum mengenal medan sini,” kata Rubingan.

img_title Dandim Cup 2026 Jadi Ajang Regenerasi Atlet Tenis, Karanganyar Bidik Prestasi Lebih Tinggi

Ia menjelaskan bahwa jalur Banaran memang terkenal menyulitkan. Kemiringan ekstrem, tikungan sempit, dan kondisi jalan menanjak panjang membuat sopir harus menurunkan gigi sejak jauh sebelum tanjakan.

“Kalau telat, mobil tidak kuat nanjak. Mesin bisa mati, dan itu yang terjadi,” tambahnya.

Peristiwa terjadi saat mobil berada di tengah tanjakan. Mesin tiba-tiba mati karena gigi terlambat diturunkan. 

Mobil pun melorot cepat ke belakang, sopir kehilangan kendali, dan kendaraan terpental keluar jalan hingga jatuh ke jurang dengan kedalaman 30–50 meter.

Kedua korban mengalami luka lecet dan langsung dievakuasi warga ke tenaga medis desa untuk pemeriksaan awal.

Evakuasi bangkai mobil berlangsung sulit karena kondisi lereng sangat terjal. Relawan FKPB Kerjo, perangkat desa, dan warga bekerja bergantian menarik mobil menggunakan tali tambang. Alat berat tidak bisa masuk karena jalur sempit.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Faham Rosyadi, memastikan kecelakaan terjadi akibat kelalaian teknis pengemudi yang tidak menurunkan gigi saat memasuki tanjakan ekstrem. 

Sopir diketahui bernama I Kadek Pradila (60) dengan penumpang Basuki Wiyono (59), yang juga merupakan jamaah yang hendak ke Pura.

“Mobil kehilangan tenaga, mesin mati, rem tak mampu menahan laju saat mundur, dan kendaraan jatuh ke jurang,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title