Siksorogo Lawu Ultra 2025 Pecahkan Rekor Peserta, Perputaran Uang Hampir Tembus Rp20 Miliar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Event lari gunung Siksorogo Lawu Ultra 2025 kembali mencuri perhatian dunia olahraga tanah air. Ribuan pelari memadati kawasan Gunung Lawu pada akhir pekan ini, mengukuhkan ajang tersebut sebagai salah satu kompetisi trail running terbesar di Indonesia.
Sejumlah tokoh daerah ikut turun langsung ke lintasan. Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo, dan Wakapolres Karanganyar Kompol Miftakul Huda terlihat berlari bersama para peserta secara spontan.
Ketua Umum Siksorogo, Fajar Brilianto, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat tajam dibanding edisi sebelumnya.
Total peserta mencapai sekitar 5.700 pelari, naik dari 4.500 peserta tahun lalu, termasuk sekitar seratus peserta mancanegara dari 12 negara.
Fajar menegaskan, "Tahun ini untuk peserta asing sekitar 100 orang dari 12 negara," jelasnya, Minggu (7/12/2025).
Panitia membuka tujuh kategori lomba, mulai dari 7 km hingga 120 km. Rinciannya: kategori 7 km sekitar 1.200 peserta, kategori 15 km sekitar 1.700 peserta, kategori 30 km sekitar 1.500 peserta, kategori 50 km sekitar 100 pelari, kategori 80 km sekitar 200 pelari, dan kategori 120 km sebanyak 55 peserta.
Menurut Fajar, "Yang paling diminati ada di katefori 15 km," paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa jalur lomba pada dasarnya mengikuti rute tahun sebelumnya. Hanya kategori 15 km yang mengalami perubahan dan dinaikkan hingga Puncak Mitis untuk menghindari titik rawan longsor, menambah elevasi sekitar 200 meter. Demi keselamatan, ia menegaskan, "Untuk memastikan keamanan, penyelenggara menurunkan sekitar 1.000 panitia di seluruh jalur," terangnya.
Pembina Siksorogo, Tony Hatmoko, menyoroti dampak ekonomi yang sangat besar bagi Karanganyar dari gelaran tahunan ini. Menurutnya, "Perputaran uang diperkirakan mendekati Rp20 miliar, meningkat pesat dari Rp12 miliar pada 2023 lalu," terangnya.
Dampak itu terutama dirasakan sektor penginapan, vila, hotel, UMKM kuliner dan kerajinan, jasa transportasi, hingga penyedia kebutuhan outdoor.
Tony juga menyebut bahwa perhatian pemerintah pusat kini semakin besar. "Kementerian meminta penjelasan tambahan agar penyelenggaraan tahun 2026 dapat memperoleh dukungan lebih besar," ucapnya.
Masyarakat lereng Lawu pun memberi dukungan penuh. Setelah melakukan doa bersama dan pertemuan dengan tokoh masyarakat, warga menilai event ini membawa manfaat nyata dan berharap penyelenggaraan dapat diadakan lebih dari sekali dalam setahun.