Dua Pelari Meninggal di Siksorogo Lawu Ultra 2025, Tragedi Berselang 11 Menit di Jalur Ekstrem Gunung Lawu

Polisi Beberkan Kronologi Meninggalnya dua pelari
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Gelaran Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang seharusnya menjadi panggung ketangguhan para pelari gunung justru berubah menjadi tragedi memilukan.

img_title Panitia Sisksorogo Beberkan Kronologi Dua Peserta Meninggal, Hingga Klarifikasi Asuransi Serta Perubahan Jalur

Dalam kondisi cuaca ekstrem, dua peserta kategori 15 kilometer meregang nyawa hanya berselang 11 menit, tepat saat hujan deras mengguyur kawasan hutan perhutani di Tawangmangu, Minggu (7/12/2025).

Suasana mencekam bermula ketika laporan pertama masuk mengenai seorang pelari yang tumbang di Bukit Mitis, kilometer 12. Korban tersebut adalah Sigit Joko Poernomo, warga Jakarta Pusat. 

img_title Even Trail Run Siksorogo Lawu Ultra Telan Dua Korban, Ini Catatan Wabup Karanganyar Agar Tragedi Serupa Tak Terulang

Ia ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri pada pukul 10.44 WIB, di tengah hujan yang kian menggila. Tanah yang berubah menjadi lumpur tebal membuat tim medis PMI dan marshal harus bergerak dengan sangat hati-hati, menuruni jalur licin yang bisa sewaktu-waktu membuat mereka terpeleset.

Upaya penyelamatan dilakukan secepat mungkin, namun kondisi Sigit tak kunjung membaik. Pertolongan darurat diberikan di lokasi, tetapi tidak membuahkan hasil. 

img_title Tragedi Siksorogo Lawu Ultra 2025 Dua Pelari Meninggal, Pujo Kolaps di Samping Istri di Jalur 15 KM

Jalur yang semakin berbahaya juga memperlambat proses evakuasi. Setelah perjuangan panjang di tengah cuaca buruk, Sigit akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Belum sempat tim menyelesaikan evakuasi korban pertama, laporan kedua menghentak panitia lomba. Pada pukul 10.55 WIB, hanya 11 menit setelah kejadian pertama, seorang peserta lainnya ditemukan pingsan di Bukit Cemoro Wayang, kilometer 8. 

Korban kedua, Pujo Buntoro, warga Karanganyar, diduga mengalami serangan sesak napas parah. Hujan deras kembali menjadi tantangan besar, membatasi pergerakan petugas yang mencoba merangsek ke lokasi.

Petugas medis memberikan penanganan darurat segera setelah tiba, namun upaya itu tidak mampu menyelamatkan nyawa Pujo. Dalam kondisi jalur licin, curam, dan jarak pandang yang nyaris menurun drastis, evakuasi kembali berlangsung lama dan penuh risiko.

Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto yang diwakili Ps Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi, mengatakan bahwa dua kejadian tersebut menggambarkan betapa ekstremnya situasi jalur lari saat kejadian.

“Cuaca berubah dalam hitungan menit. Hujan deras membuat jalur yang biasanya bisa dilewati, menjadi licin, berbahaya, dan sulit untuk dijangkau. Tim kesehatan serta marshal sudah berusaha maksimal, tetapi kondisi alam benar-benar tidak mendukung,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title