Panitia Sisksorogo Beberkan Kronologi Dua Peserta Meninggal, Hingga Klarifikasi Asuransi Serta Perubahan Jalur
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Panitia Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 akhirnya angkat bicata pasca meninggalnya dua orang perserta Fun Run dalam evan trail run yang digelar 5–7 Desember 2025, di Tawangmangu, Karanganyar, Senin (8/12/2025).
Pembina Siksorogo Lawu Ultra Tony Hatmoko menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Pujo Buntoro, suami dari Kabag Perekonomian Setda Karanganyar Sri Asih Handayan dan almarhum Sigit Joko Purnomo yang merupakan Kepala Biro Umum Kementerian Pariwisata.
"Kami keluarga besar Siksorogo Lawu Ultra ikut berduka cita yang mendalam atas peristiwa meninggalnya dua perserta Siksorogo Lawh Ultra," papar Tony membuka keterangan pers dalam konfrensi pers di ruang OR Gedung DPRD Karanganyar.
Ia mengatakan kedua orang perserta yang meninggal dunia diketahui bernama Pujo Buntoro berstatus PNS di Kementerian Agama Solo yang tinggal di Tegal Winangun, Karanganyar dan Sigit Joko Purnomo juga PNS dan menjabat sebagai Kepala Biro Umum Kementerian Pariwisata yang tinggan di Buran, Tasikmadu, Karanganyar.
Ia mengatakan selain mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya kedua perserta Fun Run kerumah duka, pihak Panitia, ungkap Tony, juga telah menyerahkan santunan secara langsung pada keluarga korban.
"Minggu Sore, saya mewakili keluarga besar Sikorogo telah berkunjung ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita. Dan hari ini tadi sekira pukul 10.00 WIB, kami semua melayat kerumah, bapak Pujo Buntoro dan Mas Sigit Joko Purnomo,"ujarnya.
Meski menyebutkan bila pihaknya juga telah menyerahkan uang santunan pada kedua keluarga almarhum, Tony tak menyebutkan secara rinci berapa nominal yang diberikan.
"Sepertinya tidak etis kalau kami menyebutkan nominalnya, " ujar Tony.
Ia mengatakan untuk asuransi, kedua orang perserta yang meninggal dunia ini tidak mendapatkannya.
Pasalnya, polis asuransi acara tersebut hanya untuk mengcover kecelakaan fisik, seperti tertimpa pohon, atau insiden di jalur lomba, bukan serangan jantung seperti yang dialami kedua peserta.
Dan hal itu, ungkap Tony, telah disampaikan langsung pada keluarga almarhum setelah pihak panitia berkoordinasi dengan pihak asuransi.
"Karena beliau berdua terkena serangan jantung sehingga tidak tercover asuransi. Karena itulah kami dari panitia memberikan santunan dan tali asih secara langsung kepada keluarga almarhum saat melayat,"ujarnya.