Awas, Nekat Berbuat Asusila di Kereta, KAI Siap Blacklist Pelaku hingga 20 Tahun

PT KAI siap Blacklist Pelaku Pelecehan 20 Tahun
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - PT KAI (Persero) Daop VI Yogyakarta menggandeng komunitas pecinta kereta api Semboyan Satoe Community (SSC) melakukan sosialisasi anti pelecehan seksual di di Stasiun Solo Balapan, Selasa (9/12/2025). 

img_title OJK Minta UMKM Waspadai Modus Penipuan Digital, Mulai Investasi Bodong hingga Lowongan Kerja Palsu

Kegiatan yang dikemas dalam talk show edukatif dan diskusi dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Surakarta AKP Sri Heni Novianti, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Siti Tatqirah serta penyintas pelecehan seksual ini untuk mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan ada sanksi tegas bagi pelaku pelecehan didalam kereta api.

img_title PCNU Solo Dorong Hukuman Berat bagi Koruptor, Minta Aparat Tak Tebang Pilih

Selain proses hukum, pelaku pelecehan seksual akan diblacklist selama 20 tahun dan dilarang menggunakan layanan kereta api.

"KAI memastikan seluruh layanan perjalanan kereta api dilandasi prinsip keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi setiap pelanggan tanpa kecuali. Salah satunya setiap pelaku yang terbukti melakukan pelecehan akan langsung dimasukkan daftar blacklist selama dua dekade,"papar Feni, Selasa (9/12/2025).

img_title Polisi & Jaksa Memanas, Pakar Hukum Minta Tinggalkan Ego Sektoral Demi Cegah Kekosongan Penegakan Hukum

Ia mengatakan untuk memperkuat keamanan perjalanan kereta, seluruh gerbong kereta, khususnya jarak jauh kini dilengkapi CCTV. Selain melengkapi dengan CCTV, PT KAI juga mensiagakan petugas kondektur dan Polsuska yang siap menerima laporan.

Bila nantinya ada kejadian pelecehan maka pemeriksaan terjadap pelaku dilakukan di stasiun terdekat. Dan jika terbukti, sanksi langsung diberikan.

“Kami berharap lingkungan perjalanan kereta api menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, khususnya perempuan,”jelasnya.

Tak hanya itu, PT KAI juga menghadirkan inovasi pencegahan melalui fitur Female Seat Map di aplikasi Access KAI, yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi bersebelahan dengan sesama perempuan.

Sehingga Feni berharap para penumpang berani melaporkan bila nendapatkan pelecehan atau melihat pelecehan terjadi saat tengah melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta. 

"Sosialisasi hari ini adalah ajakan dan edukasi bagi kita semua untuk lebih peduli, lebih berani bersuara, dan tidak membiarkan ruang publik kita ternodai oleh tindakan pelecehan seksual. Keselamatan dan rasa aman adalah hak setiap penumpang, dan KAI berkomitmen penuh untuk memberikan rasa aman dan nyaman,"tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title