Raja Definitif Belum Ada, Hasil Dialog Bareng Menteri Kebudayaan Sepakat Maha Menteri Pimpin Keraton Kasunanan

Keraton Kasunanan Surakarta
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Juru Bicara Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Pangeran Pakunegoro, membeberkan hasil dialog pelestarian keraton yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 13 Desember. 

img_title Rumah Masa Kecil Etik Suryani Tak Luput dari Penggeledahan KPK, Dua Koper Dibawa Penyidik

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas Keraton Kasunanan Surakarta di tengah dinamika internal keluarga yang masih berlangsung.

Dimana, untuk ekstitensi keraton sebagai warisan budaya nasional, berdasarkan kesepakatan musyawarah mufakat keluarga besar keraton, pemerintah untuk sementara di serahkan pada Maha Menteri sebagai raja interin.

img_title OJK Minta UMKM Waspadai Modus Penipuan Digital, Mulai Investasi Bodong hingga Lowongan Kerja Palsu

“Pesan pemerintah sangat jelas, selama belum ada kesepakatan keluarga mengenai mekanisme penobatan raja, maka pelaksanaan tugas raja tetap dipegang oleh Maha Menteri,” ujar Pakunegoro pada wartawan, di Keraton Kasunanan, Senin (15/12/2025). 

Menurut Kanjeng Pangeran Pakunegoro hadir dalam dialog bersama Menteri Kebudayaan, di antaranya Maha Menteri KGPA Wijulalan, Gusti Kanjeng Ratu Wandansari, KGP Harya Hangabehi, serta beberapa pangeran dan kerabat inti lainnya.

img_title PCNU Solo Dorong Hukuman Berat bagi Koruptor, Minta Aparat Tak Tebang Pilih

Menyangkut ada kerabat Keraton yang tidak hadir dalam dialog tersebut dinilai Kanjeng Pangeran Pakunegoro merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam keluarga besar. Ia menilai situasi tersebut seharusnya tidak mengganggu agenda utama keraton, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian budaya.

“Perbedaan itu wajar. Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak menempatkan kepentingan keraton dan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” tegasnya.

Terkait insiden pergantian gembok dan pembatasan akses di lingkungan keraton yang sempat mencuat, Pakunegoro meminta agar hal tersebut disikapi secara proporsional. 

Ia menyebut peristiwa itu sebagai bagian dari dinamika internal yang seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin dan sikap saling menghormati.

Saat ini, lanjut Pakunegoro, fokus utama keraton adalah menyukseskan peresmian Panggung Songo Bono dan museum sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya. Ia berharap seluruh rangkaian agenda tersebut dapat berjalan lancar tanpa gangguan.

“Peresmian ini menyangkut kepentingan publik dan citra keraton. Karena itu kami berharap semua pihak menahan diri agar prosesnya berjalan baik,” katanya.

Lebih jauh, Pakunegoro menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan telah memulai proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta melalui pembentukan Tim 5, yang secara khusus bertugas mengawal konservasi dan pengelolaan museum.

Halaman Selanjutnya
img_title