Geger, Ibu Dua Anak di Jumapolo Diduga Nekat Akhiri Hidup, Ini Fakta Polisi

Ilustrasi
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Seorang perempuan berusia 42 tahun yang diketahui berinisial S ditemukan dalam kondisi terluka serius di dalam rumahnya sendiri. 

img_title Golkar Karanganyar Bangun Mesin Politik Berbasis Data dan AI, Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029

Peristiwa itu membuat warga Dusun Mojodipo, Desa Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, mendadak gempar pada Rabu (17/12/2025). 

Informasi yang berhasik dihumpun, S diketahui seorang karyawan swasta. S, yang juga ibu dua orang anak ini pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri sekira pukul 9.00 WIB. 

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

S, ditemukan didapur dengan kondisi luka pada pergelangan tangan. Melihat keadaan sang ibu, anak korban langsung panik berteriak sekencang - kencangnga meminta bantuan.

Mendengar teriakan, warga berhamburan mendatangi lokasi kejadian. Begitu melihat kondisi S, warga bergerak cepat membawa S ke RSUD Karanganya. 

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Kapolsek Jumapolo AKP Sulaiman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan begitu menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami langsung melakukan pemeriksaan TKP, meminta keterangan saksi, serta memastikan apakah ada unsur tindak pidana,” ujar AKP Sulaiman pada wartawan, Rabu (17/12/2025). 

Ia mengatakan dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kejahatan, perampokan. 

“Dari keterangan saksi termasuk korban sendiri, kejadian ini tidak berkaitan dengan tindak kriminal. Peristiwa tersebut murni dilakukan oleh korban sendiri,” tegasnya.

Petugas juga mengamankan sebuah alat pertanian yang diduga digunakan korban dan menjadikannya sebagai barang bukti untuk keperluan administrasi kepolisian.

Lebih lanjut, AKP Sulaiman mengungkapkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat gangguan psikologis yang cukup panjang. Kondisi tersebut diduga muncul sejak korban kehilangan suaminya beberapa tahun lalu.

“Keterangan dari keluarga menyebutkan korban kerap mengalami tekanan mental. Bahkan, sebelumnya korban juga pernah beberapa kali melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri,” ungkap Kapolsek.

Anak-anak korban juga menyampaikan bahwa dalam keseharian, ibunya kerap menunjukkan perilaku tidak biasa, seperti berbicara sendiri dan tertawa tanpa sebab yang jelas.

Dalam penanganan kejadian ini, Polsek Jumapolo melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian, perangkat desa, hingga relawan setempat. Kepala Desa Jatirejo turut hadir memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif.

Halaman Selanjutnya
img_title