Geger, Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas dalam Kardus di Depan Kos Putri Solo, Mahasiswi Jadi Tersangka

Mahasiswa diduga Ibu bayi yang ditemukan tewas di kadus
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Warga Jebres, Kota Solo, digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki tak bernyawa di dalam kardus yang diletakkan di depan sebuah kos putri. 

img_title Rumah Masa Kecil Etik Suryani Tak Luput dari Penggeledahan KPK, Dua Koper Dibawa Penyidik

Polisi memastikan bayi tersebut merupakan hasil persalinan seorang mahasiswi berinisial SA (22) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa menghebohkan ini terjadi pada Senin (22/12) sekitar pukul 11.30 WIB. Awalnya, seorang penghuni kos mengira kardus yang tergeletak di depan bangunan tersebut adalah paket kiriman. Namun setelah didekati, ia kaget bukan main karena melihat ada bayi di dalamnya.

img_title OJK Minta UMKM Waspadai Modus Penipuan Digital, Mulai Investasi Bodong hingga Lowongan Kerja Palsu

“Saksi langsung lapor ke pengurus lingkungan dan polisi,” kata Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, Selasa (23/12/2025). 

Petugas yang datang ke lokasi mendapati bayi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tali pusar masih menempel, sementara di dalam kardus ditemukan sejumlah barang, seperti handuk, pakaian bayi, dan jilbab.

img_title PCNU Solo Dorong Hukuman Berat bagi Koruptor, Minta Aparat Tak Tebang Pilih

Hasil penyelidikan mengungkap, bayi tersebut dilahirkan secara mandiri oleh tersangka di kamar kos lain yang berada tepat di seberang lokasi penemuan. Proses persalinan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, tanpa bantuan siapa pun.

Tak lama setelah melahirkan, bayi tersebut menangis. Berdasarkan pengakuan sementara, tersangka diduga berupaya menghentikan tangisan agar tidak diketahui penghuni kos lainnya.

“Motif sementara, pelaku ingin bayi tidak menangis,” ujar AKBP Sigit.

Bayi yang semula masih hidup kemudian dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam kardus, lalu diletakkan di depan kos putri. Tak sampai satu jam berselang, bayi tersebut ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Hasil visum dokter menyebutkan, bayi meninggal akibat mati lemas setelah mengalami kekerasan tumpul. Ditemukan memar di bagian wajah dan leher korban yang menyebabkan kekurangan oksigen.

Polisi bergerak cepat mengungkap kasus ini. Berbekal rekaman CCTV di sekitar lokasi, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan tersangka kurang dari satu jam setelah laporan diterima.

Namun proses pemeriksaan sempat terkendala. Tersangka awalnya tertutup dan enggan berbicara karena tekanan mental dan rasa malu.

“Yang bersangkutan sempat stres dan tidak kooperatif. Tapi setelah didampingi petugas PPA dan psikolog, kini mulai terbuka,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title