Musim Liburan Akhir Tahun, HARRIS-POP di Solo Hadirkan Pohon Natal dari Produk UMKM

HARRIS-POP pilih Pohon natal boneka
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Jika umumnya pohon Natal dibuat dari cemara dengan ornamen berkilau, perayaan Natal tahun ini di HARRIS-POP! Hotel Solo menghadirkan pemandangan yang berbeda. 

img_title Selarasa Fest 2026, Festival Musik dan Budaya Merajut Kebersamaan di Yogyakarta

Di area lobi hotel, sebuah pohon Natal disusun dari ratusan boneka buatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Instalasi tersebut dihadirkan selama musim liburan Natal dan pergantian tahun 2025–2026. Tidak berhenti sebagai elemen dekorasi, boneka-boneka yang membentuk pohon Natal itu dapat dibeli langsung oleh pengunjung, baik tamu hotel maupun masyarakat umum.

img_title Solo Run Fest 2026 Targetkan 7.000 Peserta, Siap Dongkrak UMKM dan Perhotelan Solo

Pendekatan ini memanfaatkan momentum liburan akhir tahun—periode dengan tingkat kunjungan dan belanja wisata yang tinggi—untuk mempertemukan wisatawan dengan pelaku ekonomi lokal. Dengan menempatkan produk UMKM di ruang hotel, jalur distribusi dipersingkat dan peluang transaksi diperluas.

“Kalau biasanya pohon Natal hanya dinikmati secara visual, kali ini kami ingin menghadirkan fungsi yang lebih jauh,” ujar F.X. H. Aji Budi Saputro, Marketing & Branding HARRIS-POP! Hotel Solo, Rabu(24/12/2025). 

img_title Kirab Waisak dan Bhikkhu Thudong Perkuat Citra Toleransi Kota Solo

“Setiap boneka yang dibeli berarti ada UMKM yang ikut bergerak.”imbuhnya.

Menurut Aji, pemilihan konsep pohon Natal boneka berangkat dari keinginan agar perayaan akhir tahun tidak hanya menjadi agenda seremonial. 

Liburan Natal dan Tahun Baru selalu membawa arus pengunjung yang besar. Kami melihat ini sebagai kesempatan agar belanja wisatawan juga memberi dampak langsung ke ekonomi lokal,” katanya.

Ia menambahkan, lobi hotel dipilih karena menjadi ruang temu yang terbuka. “Hotel berada di posisi strategis, dikunjungi tamu dari berbagai daerah. Ketika ruang ini kami buka untuk UMKM, manfaatnya tidak hanya dirasakan hotel, tetapi juga pelaku usaha kecil,” ujar Aji.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata nasional yang mendorong keterlibatan UMKM dalam rantai nilai pariwisata.

Selama ini, belanja wisatawan kerap terkonsentrasi pada sektor akomodasi dan transportasi, sementara pelaku usaha kecil berada di lapisan paling bawah.

Solo, sebagai kota budaya dan pusat ekonomi kreatif, dinilai memiliki modal kuat untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam pengalaman wisata. Produk-produk lokal—mulai dari kerajinan hingga industri kreatif—menjadi bagian dari identitas kota, dan kehadirannya di ruang perhotelan memperkuat keterkaitan antara pariwisata dan ekonomi daerah.

Halaman Selanjutnya
img_title