Di Tengah Arus Penumpang Nataru, KAI Manfaatkan Stasiun Solo Balapan sebagai Ruang Ekonomi UMKM
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperluas peran infrastruktur perkeretaapian sebagai penggerak ekonomi dengan mengintegrasikan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam simpul transportasi publik.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI menempatkan stasiun tidak hanya sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga sebagai ruang ekonomi produktif.
Pendekatan tersebut dijalankan melalui UMKM Fest, sebuah inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kemandirian pelaku UMKM dengan memanfaatkan tingginya arus mobilitas penumpang kereta api.
Deputy EVP Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani, menegaskan UMKM memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekonomi daerah. Karena itu, KAI menempatkan pengembangan UMKM sebagai bagian dari program berkelanjutan.
“KAI memberikan dukungan secara konsisten melalui bantuan permodalan, pembinaan dan pelatihan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi promosi produk. UMKM Fest menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan produk UMKM dengan pasar yang lebih luas,” ujar Rahim.
Ia menambahkan, melalui pendekatan tersebut KAI mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta naik kelas dalam skala bisnis.
Implementasi program ini kembali dilaksanakan di Stasiun Solo Balapan, salah satu simpul perkeretaapian utama di wilayah Daop 6.
Manager Keuangan Daop 6 Yogyakarta, Rusman Darmajanto, menjelaskan UMKM Fest tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dan digelar pada 25–28 Desember, bertepatan dengan periode lonjakan penumpang Natal dan Tahun Baru.
“Momen ini dipilih karena mobilitas masyarakat meningkat signifikan, dengan puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 28 Desember,” kata Rusman.
Sebanyak 20 UMKM dilibatkan dalam kegiatan tersebut, terdiri atas sembilan pelaku usaha sektor fesyen dan kriya serta 11 UMKM makanan dan minuman.
Menurut Rusman, keterlibatan UMKM di ruang publik strategis seperti stasiun memberikan peluang eksposur yang tidak mudah diperoleh melalui jalur pemasaran konvensional.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program TJSL KAI dalam mendukung kemandirian dan daya saing UMKM, khususnya mitra binaan,” ujarnya.
Pelaksanaan UMKM Fest juga didukung sinergi antara KAI dengan pemerintah daerah, Kadin Surakarta, serta kementerian terkait. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pengguna jasa kereta api, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.