PASI Karanganyar Tancap Gas Menuju Porprov 2026, Bidik Medali Lewat Program Training Center Terpusat
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Karanganyar langsung menginjak pedal gas usai resmi dilantik.
Program utama diarahkan pada peningkatan prestasi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, dengan target realistis namun ambisius membawa pulang medali dari lintasan atletik.
Ketua PASI Karanganyar, Prasetya Ady Saputra, menegaskan bahwa roda organisasi tidak menunggu lama untuk bergerak. Bahkan sebelum pelantikan, sejumlah program strategis telah dijalankan sejak Februari lalu.
“Kami tidak memulai dari nol setelah dilantik. Sejak Februari, program sudah berjalan, termasuk mengikuti beberapa event dan kejuaraan. Hasilnya, kami berhasil meloloskan delapan atlet ke Porprov,” ujar Prasetya, pada VIVA Jogja, Sabtu (27/12/2025).
Keberhasilan meloloskan delapan atlet ke Porprov menjadi fondasi awal PASI Karanganyar untuk melangkah lebih jauh. Dari jumlah tersebut, pengurus menargetkan raihan medali sebagai tolok ukur peningkatan prestasi.
“Delapan atlet ini tidak hanya kami kirim untuk berpartisipasi, tetapi kami dorong untuk berprestasi. Target kami jelas, ada medali yang bisa dibawa pulang,” tegasnya.
untuk mengoptimalkan persiapan, PASI Karanganyar tengah mematangkan rencana pembentukan Training Center (TC) terpusat.
Solo Raya dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai memiliki komitmen dan ekosistem pembinaan atletik terbaik di Jawa Tengah.
“Solo Raya kami nilai paling siap dan paling berkomitmen. Karena itu, untuk sementara Training Center akan kami pusatkan di sana,” jelas Prasetya.
Program TC dijadwalkan mulai Januari mendatang, dengan sistem evaluasi rutin setiap bulan untuk memantau progres atlet, terutama dalam mengejar limit-limit waktu dan teknis nomor lomba.
Meski saat ini masih berlatih di Solo, PASI Karanganyar menyimpan harapan besar agar ke depan memiliki fasilitas latihan sendiri.
Pengurus bahkan berharap dukungan konkret dari pemerintah daerah, termasuk pembangunan lintasan atletik representatif.
“Harapan kami, ke depan Karanganyar punya training center sendiri. Dengan lintasan sendiri, pembinaan bisa lebih fokus dan target limit bisa tercapai,” ungkapnya.
Terkait pemanfaatan fasilitas NPC yang ada, Prasetya mengakui pihaknya sudah mengajukan permohonan resmi. Namun hingga kini, penggunaan belum dapat dilakukan karena fasilitas tersebut belum diresmikan dan diserahterimakan.