Undian Berhadiah Rp1,2 Miliar, Aset Bank Daerah Karanganyar Tembus Rp680 Miliar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Bank Daerah Karanganyar kembali menggelar Undian Tabungan Berhadiah 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah penabung, debitur dengan kolektibilitas lancar, serta pelajar pemilik Tabungan Si Cermat.
Program ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga mencerminkan kinerja positif dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar tersebut.
Dalam undian kali ini, Bank Daerah Karanganyar menyiapkan ratusan hadiah dengan total nilai hampir Rp1,2 miliar. Hadiah utama meliputi satu unit mobil Honda Brio serta 10 sepeda motor berbagai tipe, mulai dari Honda Vespa, Honda PCX, Scoopy, Honda Beat, hingga Yamaha Mio.
Proses pengundian dilaksanakan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh manajemen bank, perwakilan pemerintah daerah, serta notaris, sebagai bagian dari komitmen transparansi dan tata kelola yang akuntabel.
Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar Haryono menyampaikan bahwa pelaksanaan undian ini merupakan wujud rasa syukur atas capaian kinerja perseroan sepanjang tahun 2025.
Hingga akhir tahun, aset Bank Daerah Karanganyar tercatat meningkat signifikan dari sekitar Rp590 miliar menjadi lebih dari Rp680 miliar.
“Alhamdulillah, seluruh target kinerja tahun 2025 dapat terlampaui. Pertumbuhan ini merupakan hasil kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap Bank Daerah Karanganyar,” ujar Haryono, Sabtu (27/12/2025) malam.
Peningkatan aset tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga serta penyaluran kredit yang tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.
Meski berada di tengah tekanan ekonomi, manajemen menyebut Bank Daerah Karanganyar tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan manajemen risiko.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat sedikit di atas 5 persen. Ia menilai angka tersebut masih berada dalam batas toleransi dan menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi perbankan daerah di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kami tidak ingin terlalu ketat dalam menyalurkan kredit karena tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat. Namun prinsip kehati-hatian tetap menjadi pegangan utama,” jelas Haryono.
Dari sisi penghimpunan dana, Bank Daerah Karanganyar mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) hampir Rp607 miliar. Dana tersebut terdiri dari tabungan masyarakat sekitar Rp387 miliar dan deposito sebesar Rp220 miliar.