Libur Nataru di Keraton Surakarta, Museum yang Diresmikan Menbud Fadli Zon Masih Tertutup
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi periode puncak kunjungan wisata ke Kota Solo.
Keraton Surakarta, sebagai salah satu tujuan wisata sejarah utama, kembali dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Namun, Museum Keraton Surakarta yang telah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon hingga kini masih belum dapat diakses publik, sehingga kunjungan wisata sejarah belum sepenuhnya memberikan pengalaman yang utuh.
Museum Keraton Surakarta selama ini diharapkan menjadi ruang edukasi publik yang menghadirkan artefak, arsip, serta narasi perjalanan panjang Keraton Surakarta.
Keberadaannya dinilai penting untuk memperkuat fungsi keraton sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata sejarah. Akan tetapi, pada masa libur Nataru tahun ini, museum tersebut masih tertutup bagi pengunjung.
Pantauan di kawasan Keraton Surakarta menunjukkan, wisatawan hanya dapat beraktivitas di area luar kompleks.
Ruang pamer museum yang seharusnya menjadi titik utama kunjungan belum dapat dimasuki, sehingga aktivitas pengunjung terbatas pada berjalan di halaman keraton, berfoto, atau menikmati suasana sekitar.
Kondisi tersebut mendorong wisatawan mencari alternatif kegiatan agar kunjungan tetap bermakna.
Sejumlah pengunjung memilih berkeliling kawasan keraton menggunakan becak, sementara lainnya memanfaatkan kesempatan untuk mendengar cerita sejarah dari warga sekitar atau pemandu tidak resmi.
Maghda, wisatawan asal Surabaya, mengatakan dirinya baru mengetahui museum belum dibuka setelah tiba di lokasi. Ia datang bersama keluarga dengan harapan dapat mengenalkan sejarah Keraton Surakarta secara langsung kepada anaknya.
“Tujuan utama kami memang ke museum, supaya anak bisa melihat langsung koleksi dan sejarahnya. Tapi setelah sampai, ternyata belum dibuka,” ujar Maghda, Minggu (28/12/2025).
Meski demikian, Maghda dan keluarganya memilih tetap berkeliling kawasan keraton selama sekitar 20 menit menggunakan becak.
Dari perjalanan tersebut, mereka memperoleh penjelasan singkat mengenai Keraton Surakarta dari pengayuh becak yang mereka sewa.
“Setidaknya kami masih mendapat cerita tentang keraton, meskipun belum bisa masuk ke museumnya,” katanya.
Museum Keraton Surakarta sendiri merupakan bagian dari program revitalisasi kawasan budaya yang telah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.