KONI Solo Siapkan Kalender Event Olahraga, Bidik Dampak Ekonomi Berkelanjutan

Ketua KONI Solo Her Suprabu
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja – Olahraga kini tidak lagi sekadar soal pertandingan dan podium juara. Di banyak daerah, event olahraga mulai dipandang sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Dari Solo, sebuah inisiatif penataan agenda olahraga tahunan disiapkan untuk menjawab tantangan tersebut.

img_title Pendaki 62 Tahun Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Muria, Sempat Diimbau Dokter Tidak Lanjut Naik

KONI Kota Surakarta tengah menyusun kalender event olahraga yang akan memetakan berbagai kejuaraan sepanjang tahun. Ketua KONI Kota Solo, Her Suprabu, mengatakan penataan ini penting agar event tidak menumpuk pada waktu tertentu dan saling berbenturan.

“Selama ini event olahraga sering datang bersamaan. Ada minggu tertentu yang sangat padat, sementara bulan lain relatif sepi,” kata Her Suprabu, Senin (29/12/2025).

img_title Gus Haiz Resmi Nahkodai PPP Jepara, Siap Perkuat Konsolidasi dan Layani Masyarakat

Melalui kalender yang disusun dari Januari hingga Desember, KONI berharap aktivitas olahraga bisa tersebar lebih merata. 

Bagi Her Suprabu, penjadwalan yang rapi bukan hanya memudahkan atlet dan penyelenggara, tetapi juga memberi kepastian bagi pelaku usaha.

img_title PSPD UGM Tegaskan Peran Indonesia di Konferensi WTO Jenewa 2026

Ketika event datang secara rutin, kata dia, perhotelan, UMKM, hingga transportasi memiliki peluang yang lebih stabil untuk bergerak.

“Kalau tersebar, dampaknya bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

KONI Solo juga membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha. Sejumlah pengelola kawasan komersial mulai melirik olahraga sebagai aktivitas yang bisa menghadirkan keramaian sekaligus manfaat ekonomi.

Beberapa fasilitas olahraga baru dirancang agar bisa digunakan tidak hanya untuk event, tetapi juga latihan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Olahraga jangan hanya ditonton, tapi juga bisa diakses dan dinikmati,” kata Her Suprabu.

Du tengah rencana tersebut, pemangkasan anggaran daerah menjadi kenyataan yang harus dihadapi. 

KONI Solo memilih memusatkan perhatian pada kebutuhan paling mendasar, terutama pembinaan atlet dan keikutsertaan dalam kejuaraan resmi.

“Ada kegiatan yang harus ditunda, tapi kami pastikan atlet tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Untuk mendukung tata kelola yang lebih rapi, KONI Solo menyiapkan sistem keuangan berbasis aplikasi. 

Melalui satu platform, cabang olahraga dapat mengajukan anggaran hingga menyusun laporan pertanggungjawaban tanpa proses berbelit.

Menurut Her Suprabu, langkah ini diambil agar organisasi olahraga di daerah bisa bekerja lebih efisien dan transparan.

Halaman Selanjutnya
img_title