Perindo Konsolidasikan Mesin Politik di Karanganyar, Siapkan Arah Baru Menuju Pemilu 2029
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mulai mengonsolidasikan mesin politiknya di tingkat daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perindo Kabupaten Karanganyar di Hotel Alana, Karanganyar, Senin (29/12/2025) malam.
Rakerda ini tidak hanya menjadi forum evaluasi kinerja partai sepanjang 2025, tetapi juga menjadi arena penentuan arah strategis Perindo dalam memperkuat basis politik dan memperluas pengaruh elektoral di daerah.
Ketua DPD Perindo Karanganyar, Fermy Ferdianto, menegaskan agenda konsolidasi ini merupakan bagian dari transformasi internal partai agar lebih adaptif terhadap dinamika politik nasional dan kebutuhan masyarakat.
“Perindo harus bertransformasi secara serius, mulai dari organisasi, struktur, hingga cara kerja politik. Orientasinya jelas, kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” ujar Fermy.
Menurut dia, partai tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional dan kegiatan seremonial, melainkan dituntut membangun kerja politik yang berkelanjutan dan terukur.
Dari tingkat provinsi, Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah, Joko Purnomo, menyebut konsolidasi struktur hingga tingkat kabupaten/kota menjadi prioritas strategis partai.
Ia menargetkan restrukturisasi organisasi di Jawa Tengah rampung pada kuartal pertama 2026.
“Penguatan daerah adalah fondasi kekuatan nasional. Tanpa struktur yang solid di bawah, sulit berbicara tentang daya saing di level nasional,” kata Joko.
Selain penataan organisasi, Perindo juga mulai mengarahkan kerja politiknya pada isu-isu ekonomi kerakyatan. Program pemberdayaan UMKM dan kolaborasi dengan pemerintah daerah diposisikan sebagai instrumen politik untuk membangun basis dukungan jangka panjang.
Sementara itu, Wakil Ketua Pemuda dan Pemilih Milenial DPD Perindo Karanganyar, Bayu Sandi Artanto, menekankan bahwa penguatan akar rumput menjadi agenda utama partai dalam fase awal konsolidasi.
“Kami fokus merapikan struktur dari bawah, dari DPC hingga PAC. Tanpa struktur yang kuat, kerja politik hanya akan menjadi wacana,” ujarnya.
Bayu juga menegaskan Perindo tidak terjebak pada persaingan simbolik dengan partai-partai baru yang bermunculan di daerah. Strategi partai, kata dia, justru diarahkan untuk merebut basis pemilih dari partai-partai mapan.